Pengangkatan Guru Honorer menjadi PNS dengan Peraturan Inpassing

$alt
Ilustrasi : guru honorer memperjuangkan hak untuk diangkat menjadi PNS.

Kesejahteraan telah menjadi impian para guru honorer di Indonesia sejak lama, yaitu agar tercipta kualitas pendidikan yang dimulai dari kesejahteraan pendidiknya. Impian tersebut tidak lagi menjadi sekadar impian dengan adanya surat edaran inpassing jabatan fungsional yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Surat edaran ini menjadi angin segar bagi para guru honorer yang sudah memberikan kontribusi penting di dunia pendidikan. Surat edaran ini berlandaskan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Melalui Penyesuaian/Inpassing. Peraturan tersebut berlaku pula bagi inpassing guru honorer seluruh Indonesia.

Penyesuaian/inpassing adalah proses pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional guna memenuhi kebutuhan organisasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan dalam jangka waktu tertentu. Penyesuaian/inpassing harus berdasarkan pada kebutuhan jabatan fungsional sesuai kebutuhan pegawai sebagaimana yang ada dalam e-Formasi serta surat edaran penyusunan kebutuhan jabatan fungsional yang dikirimkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk mengajukan penyesuaian/inpassing, ada beberapa syarat inpassing jabatan fungsional yang harus dipenuhi. Berikut syarat-syarat inpassing jabatan fungsional keterampilan dan keahlian:

Jabatan Fungsional Keterampilan
  1. Berijazah paling rendah SLTA atau sederajat/Diploma I/Diploma II/Diploma III berdasarkan kualifikasi pendidikan sesuai dengan jabatan yang akan diduduki.
  2. Pangkat paling rendah Pengatur Muda, golongan ruang II/a sesuai dengan persyaratan kepangkatan dari jabatan yang akan diduduki.
  3. Memiliki pengalaman dalam jabatan fungsional minimal 2 (dua) tahun.
  4. Mengikuti dan lulus uji kompetensi di bidang jabatan fungsional.
  5. Nilai prestasi kerja minimal bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.
  6. Usia paling tinggi 3 (tiga) sebelum batas usia pensiun untuk pejabat pelaksana dan 2 (dua) tahun bagi administrator dan pengawas.
Jabatan Fungsional Keahlian
  1. Berijazah paling rendah Strata satu (S-1)/Diploma IV (D-IV) atau berijazah Strata dua (S2) dari pendidikan tinggi yang terakreditasi sesuai dengan kualifikasi pendidikan dari jabatan yang akan diduduki.
  2. Pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a sesuai dengan persyaratan kepangkatan dari jabatan yang akan diduduki.
  3. Memiliki pengalaman dalam jabatan fungsional minimal 2 (dua) tahun.
  4. Mengikuti dan lulus uji kompetensi di bidang jabatan fungsional.
  5. Nilai prestasi kerja minimal bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.
  6. Usia paling tinggi berkisar 1-3 tahun sebelum usia pensiun berdasarkan dari jabatan terakhir sebelumnya.