7 Tips Membangun Komunikasi Efektif antara Guru dan Siswa

$alt
https://pixabay.com/id/sekolah-kelas-anak-laki-laki-79612/

Guru merupakan pendamping sekaligus fasilitator yang harus menguasai keterampilan dalam mengelola kelas. Pengeloaan kelas yang baik salah satunya dipengaruhi oleh komunikasi efektif antara guru dan siswa. Komunikasi efektif dapat menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran. Suasana kelas yang nyaman dan kondusif juga dapat terwujud. Siswa pun akan senang dan mudah menerima arahan serta penjelasan dari guru sehingga hasil proses belajar mengajar lebih maksimal. Untuk itu, guru perlu membangun komunikasi efektif dengan siswanya. Lantas, bagaimana cara membangun komunikasi yang efektif antara guru dan siswa?

Guru sebaiknya mencoba beberapa tips untuk membangun komunikasi yang efektif dengan siswa. Berikut ini beberapa tips yang dapat digunakan guru.

1.    Menyesuaikan dengan Karakter Siswa

Siswa-siswa di kelas memiliki karakter yang beragam. Guru hendaknya memperhatikan karakter siswa dan menyesuaikan gaya komunikasinya. Gaya komunikasi yang sesuai dengan karakter siswa akan membuat siswa merasa nyaman dan mudah memahami maksud dalam komunikasi tersebut.

2.    Menggunakan Pola Komunikasi Banyak Arah

Pola komunikasi banyak arah melibatkan interaksi antara guru dan siswa serta memungkinkan adanya komunikasi antarsiswa. Selain itu, komunikasi ini menunjang adanya diskusi yang meningkatkan keaktifan siswa sebagai subjek belajar. Penerapan komunikasi banyak arah diharapkan mampu membuat proses belajar menjadi semakin berkembang luas dan bermakna.

3.    Menghargai Setiap Siswa

Sebuah komunikasi sebaiknya dimulai dengan rasa saling menghargai atau sikap respek. Guru yang membuka kegiatan dengan respek terhadap siswa akan lebih efektif komunikasinya. Siswa yang merasa dihargai otomatis akan merasa nyaman kemudian kembali menghargai guru. Sikap ini bisa ditujukkan dengan mendengar pendapat siswa dan memberikan respon yang baik. 

4.    Menggunakan Bahasa yang Baik

Penting bagi guru untuk menggunakan bahasa yang baik serta menyampaikannya secara baik saat berkomunikasi dengan siswa. Bahasa yang baik meliputi penggunaan tata bahasa dan kosakata yang benar sehingga tidak ambigu. Kosakata yang digunakan juga sebaiknya mudah dipahami siswa sesuai tingkat perkembangannya. Untuk menjaga perhatian siswa, bertuturlah dengan tempo yang tepat.

5.    Memperhatikan Komunikasi Nonverbal

Komunikasi yang dikuasai guru tak hanya terbatas pada kumunikasi verbal saja, tetapi juga komunikasi nonverbal. Memperhatikan komunikasi nonverbal yang disampaikan siswa akan membantu keefektifan dalam berkomunikasi. Jika siswa sudah meletakkan kepala di meja atau pandangannya tidak fokus, mungkin ia mengantuk atau merasa jenuh. Untuk menghadapi situasi ini, guru dapat menyisipkan permainan menarik dan menghibur. 

6.    Memahami Kondisi Siswa

Memahami hingga menempatkan diri pada kondisi yang dirasakan siswa juga disebut empati. Guru hendaknya bersikap empati sehingga tak melulu menuntut siswa untuk mengeri kondisi guru, tetapi guru pun harus mengerti kondisi siswanya. Misalnya, saat seorang siswa cenderung pasif dalam komunikasi di kelas, jangan paksa ia untuk berbicara. Tunggu saat yang tepat lalu ajak ia berbicara dengan santai agar mau mengungkapkan penyebabnya. Selanjutnya, ambil langkah terbaik untuk membantu siswa tersebut.

7.    Menerapkan Sikap yang Baik

Berlangsungnya komunikasi yang efektif didukung dengan sikap pelakunya. Guru sebagai teladan harus memberikan contoh sikap yang baik. Sikap tersebut seperti rendah hati dan sabar. Dalam berkomunikasi, guru perlu menghindari sikap menyalahkan siswa dan merasa paling benar. Hadapi siswa dengan sabar tanpa menampakkan kemarahan. Dengan begitu, pesan dalam proses komunikasi akan lebih tersampaikan.