4 Cara Menangani Siswa Sering Membolos

$alt
Sumber: https://pixabay.com/en/child-person-human-girl-teddy-830725/

Belajar di sekolah merupakan hak sekaligus kewajiban siswa sebagai sarana memperoleh pendidikan. Sayangnya, banyak siswa yang enggan melakukannya sehingga memilih untuk membolos atau dikenal dengan istilah truancy. Saat membolos, siswa biasanya berangkat ke sekolah, tetapi tidak sampai ke sekolah tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Perilaku yang tidak adaptif tersebut membutuhkan penanganan yang serius. Penanganan yang tepat dimulai dengan mengetahui penyebab kemunculannya.

Penyebab Perilaku Membolos

Pemahaman tentang penyebab munculnya perilaku membolos merupakan langkah penting untuk mengatasi permasalahan tersebut. Secara garis besar, perilaku membolos disebabkan oleh tiga faktor utama yang dapat muncul secara terpisah maupun saling berhubungan. Berikut ini ketiga faktor utama tersebut.

  1. Faktor personal, yaitu berupa menurunnya motivasi atau minat belajar siswa. Selain itu, karakter disiplin dan tanggung jawab yang belum terbentuk dalam diri siswa juga dapat memicu munculnya perilaku membolos.
  2. Faktor keluarga, yaitu berupa pola asuh orang tua yang keliru. Minimnya partisipasi orang tua dalam pendidikan anak juga dapat menyebabkan anak kurang termotivasi sehingga malas ke sekolah.
  3. Faktor sekolah, yaitu berupa inkonsisten peraturan tentang pembolosan, kurangnya interaksi orang tua siswa dengan pihak sekolah, rendahnya kepedulian guru terhadap kondisi siswa, serta tugas sekolah yang kurang menantang ataupun terlalu sulit bagi siswa.

Bahaya Perilaku Membolos

Perilaku membolos tentu dapat menimbulkan banyak dampak negatif, baik bagi diri siswa, orang lain, maupun lingkungan. Berikut ini beberapa contoh dampak dari perilaku membolos.

  1. Bagi diri siswa, membolos dapat menyebabkan siswa ketinggalan pelajaran. Kemudian, siswa mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran, tidak naik kelas, penurunan prestasi, serta kegagalan akademik lainnya. Di sisi lain, membolos juga menyebabkan siswa kehilangan rasa kedisiplinan dan ketaatan terhadap peraturan.
  2. Bagi orang lain, perilaku membolos dari seorang siswa yang tidak segera ditangani dapat ditiru oleh siswa lain. Siswa yang membolos juga mengganggu kegiatan belajar siswa lain di kelasnya seperti saat penugasan kelompok. Adanya siswa yang membolos juga dapat mengganggu proses pembelajaran karena guru menggunakan sebagian waktunya untuk menegur atau memberikan sanksi kepada siswa yang membolos.
  3. Bagi lingkungan, perilaku membolos dapat menyebabkan siswa terjerumus dalam pergaulan yang salah. Pergaulan tersebut akan memengaruhi siswa untuk melakukan berbagai penyimpangan norma bahkan melakukan tindak kejahatan.

Penanganan Perilaku Membolos oleh Sekolah

Dampak dari perilaku membolos perluk segera ditangani agar tidak meluas. Berikut ini penanganan yang dapat dilakukan pihak sekolah sekaligus sebagai upaya pencegahan agar siswa yang belum pernah membolos tidak akan melakukan tindakan serupa.

  1. Penegakan disiplin sekolah, yaitu memperjelas dan mempertegas peraturan sekolah dengan sanksi yang dipaparkan secara eksplisit. Dengan demikian, siswa terdorong untuk selalu disiplin dan mematuhi peraturan sekolah.
  2. Pendekatan individual, yaitu guru dapat menanyakan pandangan siswa terhadap kegiatan belajar di sekolah. Guru juga dapat menanyakan tingkat kesulitan atau kebermaknaan tugas-tugas sekolah.
  3. Perbaikan lingkungan sekolah, yaitu upaya sekolah untuk menciptakan kondisi lingkungan nyaman dam aman bagi siswa. Kondisi tersebut meliputi proses pembelajaran di kelas, proses administratif, serta kegiatan informal di luar kelas.
  4. Peningkatan kualitas pembelajaran, yaitu orientasi guru tidak hanya pada penyampaian materi, tetapi juga kepedulian terhadap siswa. Guru dapat mengenali minat, kesulitan belajar, serta perkembangan siswa selama proses pembelajaran.