5 dari 18 Nilai Karakter yang Harus Orang Tua Tanamkan pada Anak

$alt
Orang tua menanamkan nilai karakter pada anak

Munculnya 18 nilai karakter dalam sistem pendidikan di Indonesia bukanlah tanpa sebab. Indikasi lemahnya pembangunan nilai karakter pada anak  mulai tercermin pada kondisi generasi muda yang cukup memprihatinkan. Terlebih dengan munculnya kasus-kasus kriminal yang melibatkan anak di bawah umur yang semakin menunjukkan akumulasi masalah akibat lemahnya penanaman 18 nilai karakter tersebut pada anak. Penting untuk diketahui bahwa ada beberapa metode merujuk pada kajian pembetukan karakter sebagaimana dijelaskan oleh Kirschenbaum (2000), salah satunya melalui pendidikan karakter.

Penanaman nilai karakter dapat diajarkan secara internal dengan memprioritaskan peran keluarga sebagai lingkungan utama dalam membentukan karakter anak. Hal ini menjadi relevan karena sekitar 70% sifat keluarga akan manjadi contoh bagi anak dalam keluarga tersebut. Orang tua dapat berperan untuk mencegah hal ini terjadi dengan membentuk karakter anak sejak dini. Agar sejalan dengan pendidikan karakter di sekolah, orang tua dapat mengadopsi 5 dari 18 nilai karakter yang telah ditetapkan Kemendiknas. Berikut ini dipaparkan 5 dari 18 nilai karakter yang harus orang tua tanamkan pada anak.

1. Religius

Nilai karakter religius merupakan sikap dan perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianut. Sikap religius dalam 18 nilai pendidikan karakter bahkan diturunkan menjadi perilaku toleransi dan hidup rukun sebagai salah satu wujud hubungan religius tidak hanya kepada Tuhan namun juga manusia di sekitarnya. Orang tua dapat mengajarkan nilai karakter ini pada anak dengan mengajak anak melaksanakan ibadah sejak dini. Selain itu, orang tua dapat memberikan contoh yang membangun nilai karakter religius anak dengan mengimplementasikan nilai kebaikan agama yang dianut kepada orang lain dan lingkungan sekitar.

2. Jujur

Nilai karakter jujur merupakan perilaku yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Sikap jujur dalam 18 nilai pendidikan karakter berhubungan dengan nilai karakter integritas yang mendasari bagaimana anak harus berperilaku. Sikap ini juga secara tidak langsung berhubungan dengan nilai karakter religius dimana anak memiliki pemahaman bahwa Tuhan Maha Melihat agar anak selalu menerapkan sikap jujur sekalipun tak ada orang yang melihat. Untuk mengajarkan kejujuran, orang tua dapat memberikan contoh pada anak. Hal yang tak kalah penting yakni orang tua juga perlu membiasakan sikap positif apabila anak bersikap jujur, meskipun apa yang dilakukan anak memang kurang baik.

3. Toleransi

Nilai karakter toleransi merupakan sikap dan tindakan menghargai perbedaan. Perbedaan ini mencakup perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Sikap toleransi dalam 18 nilai pendidikan karakter berhubungan dengan nilai karakter religius. Orang tua bisa mengajarkan bahwa keragaman yang ada bersumber dari hasil ciptaan Tuhan.  Selanjutnya, orang tua dapat membangun komunikasi untuk menjelaskan tentang sisi positif dari keragaman serta cara menghargai keragaman tersebut.

4. Disiplin

Nilai karakter disiplin merupakan tindakan tertib dan patuh pada segala peraturan. Dalam 18 nilai pendidikan karakter, disiplin berhubungan dengan nilai nasionalis. Untuk mengajarkan kedisiplinan pada anak, orang tua dapat memberi pengertian bahwa aturan-aturan yang ada wajib dipatuhi karena tujuannya baik. Beberapa aturan tersebut bahkan dibuat untuk umum yang berarti harus diutamakan. Jika anak melanggar aturan, berikan nasihat agar anak tak mengulangnya lagi karena dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain ataupun lingkungan sekitar.

5. Mandiri

Nilai karakter mandiri merupakan karakter yang tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugasnya. Anak dengan karakter mandiri akan mempergunakan semua tenaga, pikiran, dan waktu untuk mewujudkan harapan, mimpi, serta cita-citanya. Dalam 18 nilai pendidikan karakter, nilai karakter mandiri diturunkan dalam kerja keras, tangguh, daya juang, profesional, kreatif, berani, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kemandirian pada anak dapat diajarkan oleh orang tua dengan melatih anak melakukan berbagai kegiatan sendiri. Selain itu, orang tua dapat memberikan arahan pada anak tentang cara meraih keinginannya tanpa terlalu mengandalkan orang lain.

Related Artikel


....

26 September 2017 | 09:16:41 | = 85

5 Manfaat Penting Permainan Tradisional untuk Anak
....

12 April 2017 | 10:08:06 | = 293

Membimbing Anak Supaya Gemar Belajar
....

14 September 2017 | 10:21:20 | = 177

Tips Menyeimbangkan Otak Kiri dan Otak Kanan Anak