Awas, Ada Kuman di Tanganmu!

$alt
Uni mencuci tangan dengan benar.

Waktu menunjukkan pukul 09.00 pagi ketika para siswa selesai berolahraga. Beberapa siswa beristirahat di taman sekolah. Sementara itu, Uni dan teman-temannya pergi ke kantin untuk membeli makanan ringan. Seperti biasa, Uni selalu mencuci tangan hingga bersih sebelum makan. Uni juga mengajak teman-temannya untuk melakukan hal yang sama.

Namun, lain halnya dengan Badung. Dia terlihat tergesa-gesa menuju kantin dan membeli beberapa kue. Badung segera memakan kuenya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Uni yang melihatnya pun mengingatkan Badung untuk mencuci tangan. Namun, Badung tidak menghiraukannya.

 “Ah, aku lapar sekali, jadi harus segera makan. Aku cuci tangan nanti saja,” kata Badung sambil menghabiskan sisa kuenya.

 

Waktu istirahat pun usai. Seluruh siswa sudah berada di kelas untuk melanjutkan pembelajaran.

“Bu, bolehkah saya ke toilet sebentar?” tanya Badung kepada Bu Sekar yang baru saja akan masuk kelas.

“Oh, tentu, Badung,” jawab Bu Sekar.

Sambil menunggu Badung kembali, Bu Sekar membuka pembelajaran dan meminta siswa-siswa untuk menyiapkan tugas rumah yang telah diberikan minggu lalu. Beberapa saat kemudian, Badung masuk kelas. Wajahnya terlihat agak pucat. Karena khawatir, Bu Sekar pun segera menghampirinya.

“Badung, apakah kamu sedang sakit?” tanya Bu Sekar.

“Perut saya sakit, Bu,” jawab Badung lemah.

“Ibu antar kamu ke UKS, ya,” kata Bu Sekar sambil membantu Badung berdiri.

Ternyata, Badung sakit perut karena dia tidak mencuci tangan sebelum makan saat istirahat tadi. Kuman-kuman yang ada di tangan Badung menempel pada kue yang dimakannya dan menyebabkan sakit perut.

“Badung, minumlah obat ini agar cepat sembuh, lalu beristirahatlah,” kata Bu Sekar.

Badung pun segera meminum obat dan beristirahat. Kemudian, Bu Sekar kembali ke kelas. Bu Sekar menjelaskan bahwa Badung sakit perut dan butuh beristirahat. Lalu, Bu Sekar pun melanjutkan pembelajaran dengan membahas tugas rumah yang telah dikerjakan para siswa.

 

Pada jam pelajaran berikutnya, Badung kembali ke kelas.

“Badung, apakah kamu sudah tidak sakit lagi?” tanya Bu Sekar memastikan keadaan Badung.

“Ya, Bu. Perut saya sudah tidak sakit lagi,” jawab Badung.

Bu Sekar pun mengizinkan Badung mengikuti pembelajaran, lalu menjelaskan pentingnya mencuci tangan.

“Anak-anak, kita harus selalu menjaga kebersihan tangan dari kuman dan kotoran. Misalnya, mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengambil makanan. Dengan begitu, kuman tidak akan menempel pada makanan dan kita tidak akan sakit perut seperti yang dialami Badung,” kata Bu Sekar.

“Bu, bagaimana cara mencuci tangan yang benar? Saya tidak ingin sakit perut lagi,” tanya Badung.

“Mencuci tangan caranya sangat mudah. Mula-mula, basahi tangan dengan air mengalir. Lalu, tuangkan sabun dan gosokkan pada telapak tangan. Kemudian, gosok bagian punggung tangan, jari-jari, sela-sela jari, dan kuku. Selanjutnya, bersihkan pergelangan tangan. Terakhir, bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan handuk atau tisu,” kata Bu Sekar.

Badung beserta siswa-siswa yang lain pun akhirnya mengerti betapa pentingnya mencuci tangan. Mereka pun membiasakan diri untuk mencuci tangan dan menjaga kebersihan anggota tubuh lainnya.


Related Artikel


....

23 May 2017 | 15:54:49 | = 302

Balasan Setimpal untuk Pengkhianat
....

11 August 2017 | 11:09:25 | = 267

Stop Mengejek Teman!
....

29 April 2017 | 08:12:00 | = 269

Laba-Laba yang Cerdik
....

10 August 2017 | 15:35:32 | = 198

Membuka Jendela Dunia