Pelaksanaan Program Penumbuhan Budi Pekerti di Sekolah Dasar

$alt
Pemerintah melalui Kemendikbud berupaya menumbuhkan karakter positif pada generasi bangsa melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015.

Disadari atau tidak, nilai-nilai dasar kemanusiaan yang berakar dari Pancasila masih terbatas pada pemahaman di tataran konseptual. Berbagai nilai dasar tersebut belum terwujud sepenuhnya dalam bentuk nilai aktual melalui cara yang menyenangkan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Padahal, nilai-nilai tersebut sangat penting bagi generasi muda di Indonesia agar memiliki karakter yang positif. Berdasarkan hal tersebut, maka pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya menumbuhkan karakter positif tersebut melalui Peraturan Mendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP). Adapun metode pelaksanaan PBP disesuaikan dengan tahapan usia perkembangan siswa.

Metode pelaksanaan PBP untuk jenjang pendidikan sekolah dasar masih berupa transisi dari masa bermain di pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak akhir) memasuki sekolah formal. PBP dilakukan dengan mengajak siswa meniru perilaku postitif dari guru dan kepala sekolah dalam membiasakan keteraturan dan juga pengulangan selama berada di sekolah. Guru memiliki peran sebagai pendamping untuk mendorong siswa belajar mandiri sekaligus memimpin teman dalam aktivitas kelompok. Adapun kegiatan PBP di sekolah dilaksanakan melalui berbagai pembiasaan berikut.

1.  Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Moral dan Spiritual

Nilai moral diajarkan kepada siswa dan dipraktikkan secara rutin sehingga hal tersebut dapat membudaya pada diri siswa. Adapun kegiatan wajib yang dilaksanakan adalah guru dan siswa berdoa bersama sesuai dengan keyakinan masing-masing, sebelum dan sesudah pembelajaran. Kegiatan tersebut dipimpin oleh seorang siswa secara bergantian melalui bimbingan guru.

2.  Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan

Untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan, sekolah dapat menerapkan tiga kebijakan berikut. Pertama, melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin dengan mengenakan seragam yang sudah ditetapkan. Kedua, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu dengan semangat patriotisme dan nasionalisme untuk memulai kegiatan pembelajaran. Ketiga, menyanyikan satu lagu daerah (lagu-lagu daerah seluruh Nusantara) untuk mengakhiri pembelajaran.

3.  Mengembangkan Interaksi Positif antara Siswa dengan Guru dan Orangtua

Interaksi positif antara siswa dengan guru dan orangtua berguna untuk membangun persepsi positif, saling pengertian, dan saling mendukung untuk mewujudkan pendidikan yang efektif. Kegiatan wajib yang dilaksanakan sekolah adalah mengadakan pertemuan dengan orangtua siswa pada setiap tahun ajaran baru untuk mensosialisasikan visi, aturan, materi, dan rencana capaian belajar siswa sehingga orangtua ikut mendukung hal tersebut.

4.  Mengembangkan Interaksi Positif Antar-Siswa

Interaksi positif antar-siswa dilakukan untuk menciptakan pengalaman pembelajaran bersama rekan (peer learning) sekaligus membantu siswa untuk bersosialisasi. Adapun kegiatan wajib yang dilaksanakan adalah membiasakan melakukan pertemuan di lingkungan sekolah dan rumah untuk belajar kelompok yang diketahui oleh guru dan orangtua.

5.  Merawat Diri dan Lingkungan Sekolah

Kegiatan ini penting bagi warga sekolah untuk menjaga keamanan, kenyamanan, ketertiban, kebersihan, serta kesehatan diri dan lingkungan sekolah. Kegiatan wajib yang dilaksanakan adalah melakukan kerja bakti di lingkungan sekolah dengan membentuk kelompok lintas kelas dan berbagi tugas sesuai usia dan kemampuan siswa.

6.  Mengembangkan Potensi Siswa secara Utuh

Setiap siswa memiliki potensi yang beragam, karena itulah sekolah perlu memfasilitasi secara optimal agar setiap siswa bisa menemukan, mengenali, dan mengembangkan potensi mereka. Adapun kegiatan wajib yang bisa dilaksanakan oleh sekolah berupa pemanfaatan waktu secara efektif sebelum pembelajaran dengan kegiatan literasi selama 15 menit setiap hari dan kegiatan olah fisik secara berkala dan rutin setidaknya satu kali dalam seminggu.

7.  Perlibatan Orangtua dan Masyarakat di Sekolah

Sekolah hendaknya melibatkan orangtua dan masyarakat dalam proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan wajib yang dilaksanakan sekolah ialah mengadakan pameran karya siswa pada setiap akhir tahun ajaran dengan mengundang orangtua serta masyarakat guna memberikan apresiasi kepada siswa.

Download Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015