Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Pembelajaran IPS SD

$alt
Pengembangan HOTS pada Pembelajaran IPS SD

Kurikulum 2013 yang berlaku di sekolah sekarang menekankan pada kecerdasan tingkat tinggi dan pola pikir kritis peserta didik. Hal ini berlaku dalam semua pembelajaran termasuk Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD yang terintegrasi dalam pembelajaran tematik kelas 4, 5, dan 6. IPS selama ini sering diidentikkan dengan kebutuhan akan kemampuan mengingat saja, padahal IPS juga membutuhkan pola pikir kritis peserta didik. Misalnya kemampuan menyatakan kembali (restate) atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Untuk itu, guru perlu memberikan instrumen penilaian berupa soal  Higher Order of Thinking Skill (HOTS) yang mampu mengukur kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif. Jenis soal ini mengacu pada Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Anderson dan Krathwohl. Level kognitif yang dicapai dimulai dari C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), hingga C6 (mencipta).

Padapengembangan soal HOTS, guru diharapkan dapat memenuhi beberapa karakteristik. Pertama, mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi sehingga menuntut peserta didik benar-benar berfikir tidak hanya mengingat. Kedua, berbasis pada permasalahan kontekstual. Ketiga, menggunakan stimulus yang menarik. Keempat, mengelola kompleksitas kognitif dan tingkat kesukaran secara terpisah. Karakteristik tersebut diimplementasikan dalam langkah-langkah pembuatan soal HOTS seperti: menganalisis KD, menentukan stimulus yang menarik dan kontekstual, menyusun kisi-kisi soal, menuliskan butir soal sesuai dengan kisi-kisi dan pedoman penulisan butir soal, serta membuat kunci jawaban atau pedoman penskoran.

Contoh Kisi-Kisi Soal HOTS Mata Pelajaran IPS

Pembuatan kisi-kisi perlu dilakukan dengan benar karena merupakan pedoman dalam penulisan butir soal. Dimulai dengan penentuan KD, misalnya guru menggunkan KD IPS 3.4 kelas IV semester 1. Lalu, guru menentukan materi pokok yang akan dibahas dalam soal HOTS dan stimulus yang sesuai. Guru dapat membuat stimulus dalam bentuk yang beragam, seperti menggunakan gambar atau bacaan. Selanjutnya, guru membuat indikator soal menggunakan kata kerja operasional yang diturunkan dari level kognitif yang akan dicapai. Misalnya, dari level C4 (mengevaluasi) guru menggunakan kata kerja operasional menelaah. Berikutnya, guru bisa menentukan bentuk soal berupa pilihan ganda, isian, atau esai dan nomor soal. Agar lebih jelas, berikut ini contoh kisi-kisi soal HOTS IPS.

 Contoh Soal HOTS IPS

Berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat, selanjutnya guru dapat menuliskan soal sesuai dengan pedoman penulisan butir soal. Merujuk pada kriteria soal yang baik, maka soal yang dibuat diharapkan bisa mencapai tujuan dan mewakili bahan yang diujikan secara representatif. Dalam penyajiannya, guru akan menyusun soal HOTS dari stimulus yang telah dirancang diikuti kalimat soal. Kalimat soal dan stimulus dibuat sesuai kriteria kontekstual dan faktual agar dapat mengarah pada tuntutan berpikir tingkat tinggi sesuai level kognitif yang akan dicapai. Berikut ini dapat kita amati contoh soal HOTS IPS yang dikembangkan berdasarkan contoh kisi-kisi sebelumnya.

 Contoh Kunci Jawaban dan Penskoran Soal HOTS Mata Pelajaran IPS

Setiap soal yang telah dibuat pasti memerlukan kunci jawaban yang sesuai dengan bentuk dan konteks soal. Dalam hal ini, isi dari kunci jawaban harus dibatasi agar tidak meluas atau bahkan menyimpang dari soal. Sementara itu, penskoran pada setiap butir soal juga dibuat sesuai dengan bentuk soalnya. Variasi bentuk soal HOTS yang dibuat berpengaruh pada tuntutan berpikir tingkat tinggi secara logis dan kritis sehingga biasanya diberi skor yang lebih banyak daripada soal LOTS. Berikut ini contoh kunci jawaban dan penskoran soal HOTS IPS berdasarkan contoh kisi-kisi dan butir soal sebelumnya.

Related Artikel