Revisi Taksonomi Bloom dan Penerapannya

$alt
Revisi taksonomi Bloom yang menekankan perubahan pada ranah kognitif.

Taksonomi Bloom merupakan sebuah pengklasifikasian kemampuan siswa dalam pembelajaran yang sangat berpengaruh pada kurikulum, desain pembelajaran, serta konsep pendidikan bagi guru dan calon guru. Seperti yang kita tahu, taksonomi Bloom membagi kemampuan siswa menjadi tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor.  Tiga ranah tersebut kemudian menjadi pedoman guru dalam menyusun tujuan hingga penilaian pembelajaran.

Perubahan dalam Taksonomi Bloom

Untuk menyempurnakan taksonomi itu, David R. Krathwohl salah satu anggota tim Bloom, mengusulkan adanya revisi taksonomi. Revisi taksonomi Bloom menekankan perubahan pada ranah kognitif. Perubahan ranah kognitif taksonomi Bloom patut untuk dipahami, terlebih bagi seorang guru. Oleh karena itu, berikut ini diuraikan beberapa perubahan dalam taksonomi Bloom.

 1. Nama dan Urutan dalam Taksonomi

Terdapat enam kategori pada taksonomi Bloom sebelum revisi, yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Keenam kategori tersebut kemudian mengalami perubahan nama dari kata benda menjadi kata kerja. Dalam taksonomi revisi, urutan kategori taksonomi juga berubah. Kategori pengetahuan pun “dilepas” menjadi dimensi tersendiri dan urutan pertama dalam kategori taksonomi diubah menjadi mengingat. Untuk lebih memahami perubahan tersebut, mari kita perhatikan bagan di bawah.
perubahan taksonomi bloom revisi anderson
2. Perubahan Kata Kerja Operasional

Setiap kategori dalam ranah kognitif taksonomi Bloom memiliki kata kerja operasional (KKO). KKO inilah yang kemudian digunakan guru untuk menyusun kalimat indikator, tujuan pembelajaran, hingga acuan dalam proses penilaian. KKO dalam taksonomi Bloom mengalami perubahan setelah revisi, tentu disesuaikan dengan nama baru dari setiap kategori. Tabel KKO hasil revisi taksonomi Bloom yang bisa mempermudah guru menyusun admistrasi kelas adalah sebagai berikut.

 tabel taksonomi bloom


Peran Tabel Taksonomi dalam Pembelajaran

Untuk memulai proses belajar di kelas, guru terlebih dahulu harus merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran tersebut akan menjadi acuan bagaimana jalannya proses belajar di kelas hingga menentukan cara guru menilai setiap siswanya. Sayangnya, belum semua guru di setiap sekolah memahami bagaimana merumuskan tujuan atau memahami tujuan yang dibaca. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru dapat menggunakan tabel taksonomi Bloom hasil revisi.  Anderson dan Krathwol mengemukakan beberapa poin di bawah terkait penggunaan tabel taksonomi oleh guru dalam pembelajaran. Beberapa hal berikut dapat pula kita anggap sebagai peran tabel taksonomi dalam pembelajaran di kelas.

  1. Tabel kata kerja operasional dalam taksonomi mempermudah guru merumuskan tujuan pembelajaran.
  2. Tabel taksonomi memudahkan guru memahami tujuan pembelajaran, baik yang dibuat sendiri maupun yang telah disediakan pihak lain.
  3. Melalui tabel taksonomi, guru lebih mudah menentukan strategi pembelajaran dan penilaian untuk siswa.
  4. Tabel taksonomi membuat guru mudah dalam menentukan kesesuaian tujuan, proses pembelajaran, dan penilaian yang dilakukan. Jika dirasa kurang sesuai, maka guru diharapkan dapat memperbaiki salah satu komponen tersebut.
  5. Tabel taksonomi bukan hanya membantu guru, tetapi juga membantu siswa supaya tidak hanya memperoleh hasil belajar mengingat dan memahami saja melainkan mampu mencipta berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.