Sertifikasi Guru melalui Pendidikan Profesi Guru Tahun 2018

$alt
Untuk mendapatkan sertifikat guru, salah satu jalur yang bisa ditempuh oleh guru adalah melalui PPG.

Sertifikasi guru merupakan proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru sebagai bukti formal adanya pengakuan profesionalitas seorang guru. Guru yang telah memiliki sertifikat tersebut artinya telah diakui sebagai tenaga pendidik profesional. Sertifikat pendidik adalah sertifikat yang telah ditandatangani oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menyelenggarakan sertifikasi. Melalui program tersebut, diharapkan guru bisa menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas. Sertifikasi guru menjadi penting untuk dilaksanakan sebagai bukti bahwa seorang guru telah memenuhi syarat pedagogik, kepribadian, sosial, dan juga profesional.

Sertifikasi guru bertujuan untuk menentukan kelayakan guru dalam melakukan tugasnya sebagai agen pembelajaran yang mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional, meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan, juga meningkatkan martabat guru itu sendiri. Pelaksanaan sertifikasi guru telah sesuai dengan landasan hukum yakni Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Guru. Landasan hukum tersebut merupakan perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru sebagai tenaga profesional. Untuk mendapatkan sertifikat guru, salah satu jalur yang bisa ditempuh oleh guru adalah melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Penyelenggara Program PPG

Program PPG diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan pendidik dan tenaga kependidikan yang memenuhi persyaratan dan memperoleh izin yang ditetapkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Perguruan tinggi yang ditetapkan menjadi penyelenggara studi PPG harus memenuhi persyaratan berikut.

  1. Memiliki akreditasi institusi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), diutamakan peringkat unggul (A) atau minimal baik sekali (B).
  2. Memiliki program studi kependidikan strata satu (S1) yang terakreditasi A untuk program PPG yang akan diselenggarakan, kecuali ditetapkan lain oleh Kemenristekdikti.
  3. Memiliki kemitraan dengan beberapa sekolah yang terakreditasi minimal B dan memenuhi persyaratan sebagai tempat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dibuktikan dengan piagam kerjasama.
  4. Memiliki badan/lembaga/unit atau sebutan lain yang memiliki tugas pokok dan fungsi mengelola Program Studi PPG.
  5. Memiliki badan/lembaga/unit atau sebutan lain yang memiliki tugas pokok dan fungsi mengelola program PPL.
  6. Memiliki badan/lembaga/unit atau sebutan lain yang memiliki tugas pokok dan fungsi mengelola program Pengembangan Akademik Kependidikan.
  7. Memiliki badan/lembaga/unit atau sebutan lain yang memiliki tugas pokok dan fungsi penjaminan mutu internal perguruan tinggi.

Syarat Sertifikasi Guru melalui PPG Tahun 2018

Kemendikbud melalui Dirjen GTK telah memberikan pengumuman mengenai PPG 2018 melalui akun SIM PKB. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh sertifikat pendidik melalui PPG tahun 2018 adalah sebagai berikut.

  1. Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi, kecuali program studi PGSD dan PGPAUD.
  2. Mengajar di satuan pendidikan di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional.
  3. Guru PNS yang mengajar satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) atau guru yang dipekerjakan (DPK) pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.
  4. Guru bukan PNS yang berstatus guru tetap yayasan atau guru yang mengajar pada satuan pendidikan negeri yang memiliki Surat Keputusan dari Pemda.
  5. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  6. Memiliki masa kerja sebagai guru minimal lima tahun.
  7. Bersedia mengikuti pendidikan sesuai dengan peraturan yang ada dan mendapatkan izin belajar dari Kepala Sekolah dan Pemda.
  8. Memiliki surat keterangan berbadan sehat dari dokter.
  9. Memiliki surat keterangan bebas napza dari instansi yang berwenang.

Adapun seleksi akademik peserta PPG dilakukan oleh Perguruan Tinggi Penyelenggara/LPTK. LPTK akan memverifikasi dokumen yang dikirim oleh dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. Kemudian, LPTK akan melakukan seleksi akademik menggunakan tes dan juga non tes. Tes tersebut meliputi tes kemampuan bahasa Inggris, tes potensi akademik, juga penelusuran minat dan bakat melalui jalur wawancara dan observasi kinerja.

Baca juga: Sertifikasi Guru melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru

Related Artikel