Terima Kasih Ibu

$alt
Uni senang bisa memberikan kejutan sederhana kepada ibunya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 siang. Seluruh siswa kelas IV SD Juara keluar dari kelas mereka. Hari ini Uni, Made, dan Cici sepakat untuk pulang bersama. Selama perjalanan pulang, mereka membicarakan tentang peringatan hari ibu.

“Teman-teman, kalian ingat tadi di kelas Bu Guru membicarakan tentang peringatan hari ibu? Apakah kalian berencana merayakannya bersama ibu kalian?” tanya Cici.

“Entahlah Cici. Sebenarnya nanti aku berencana memberikan hadiah untuk ibuku, meskipun hanya hadiah sederhana saja. Bagaimana denganmu Cici?” tanya Made.

“Aku juga berpikiran sama denganmu Made. Aku juga ingin memberikan hadiah untuk ibuku. Meskipun hadiah itu tidak mampu membalas seluruh kebaikan ibu kepadaku. Bagaimana denganmu Uni?” tanya Cici kepada Uni.

“Aku masih bingung Cici. Aku tidak tahu harus memberikan hadiah apa untuk ibuku,” jawab Uni risau.

“Tidak apa-apa Uni. Meskipun ini peringatan hari ibu, kamu tidak harus memberikan hadiah kepada ibumu. Bukankah tadi Bu Guru berpesan kepada kita, yang terpenting kita selalu patuh dan berbakti kepada ibu kita?” kata Made.

“Ya, kamu benar sekali Made,” kata Cici membenarkan.

Mendengar hal tersebut Uni masih saja risau. Meskipun tidak harus memberikan hadiah, namun tetap saja Uni berkeinginan memberikan sesuatu untuk ibunya sebagai tanda terima kasih.

Sesampainya di rumah, Uni masih bingung memikirkan hadiah yang hendak ia berikan kepada ibunya. Wajah Uni nampak lesu dan tidak bersemangat.

“Apakah kamu sakit, Uni?” tanya ibu Uni khawatir.

“Tidak, Bu. Aku tidak apa-apa,” jawab Uni tidak bersemangat.

“Ya sudah, kalau begitu segeralah berganti pakaian kemudian kita makan siang bersama,” kata ibu Uni.

“Baik, Bu,” kata Uni.

Uni kemudian segera berganti baju kemudian makan siang bersama ibunya.

Saat makan siang, Uni masih saja terlihat tidak bersemangat. Ibu Uni tampak khawatir dengan keadaan Uni.

“Uni, apa benar kamu tidak sakit? Kamu terlihat tidak bersemangat hari ini,” tanya ibu Uni.

“Aku sungguh tidak apa-apa, Bu,” kata Uni meyakinkan ibunya.

Sesudah selesai makan Uni segera membantu ibunya membereskan piring-piring kotor yang baru saja mereka pakai. Saat membereskan piring-piring tersebut tiba-tiba Uni teringat bahwa ia selalu membantu ibunya masak setiap hari. Uni mempunyai ide membuat masakan untuk ia berikan kepada ibunya sebagai hadiah di hari ibu.

Sore harinya, seperti biasanya Uni membantu ibunya memasak untuk makan malam di dapur. Namun, hari ini Uni berinisiatif memasak sendiri.

“Ibu, hari ini biarkan Uni memasak sendiri. Uni ingin membuatkan masakan untuk ibu,” kata Uni.

“Apa kamu bisa Uni?” tanya ibu Uni dengan nada heran.

“Tentu saja Uni bisa, Ibu. Bukankah setiap hari Uni selalu membantu ibu memasak,” jawab Uni meyakinkan.

“Baiklah kalau begitu. Kalau kamu mau memasak sendiri, Ibu akan membersihkan halaman rumah,” kata ibu Uni.

Ibu Uni sebenarnya sangat heran melihat perilaku Uni hari ini. siang tadi Uni nampak tidak bersemangat. Tiba-tiba sekarang Uni berniat memasak sendiri di dapur.

Beberapa saat kemudian, Uni selesai memasak. Uni pun segera memanggil ibunya.

“Ibu, selamat hari ibu. Maafkan Uni, Bu, Uni tidak bisa memberikan hadiah yang bagus untuk Ibu. Hari ini Uni memasak khusus untuk Uni berikan kepada Ibu. Terima kasih, Ibu. Ibu sudah begitu sabar mendidik Uni. Uni akan berusaha menjadi anak yang patuh dan berbakti kepada Ibu,” kata Uni sambil memberikan hasil masakan kepada ibunya.

“Jadi hari ini kamu memasak karena ingin memberikan kejutan kepada ibu? Padahal ibu sama sekali tidak mengharapkan hadiah darimu Uni. Selama ini kamu sudah menjadi anak yang membanggakan untuk Ibu. Ibu sangat bangga karena kamu patuh dan berbakti kepada ayah dan ibu,” kata ibu Uni dengan penuh haru.

Sesudah itu, ibu Uni kemudian memakan masakan yang dibuat oleh Uni. Meskipun sederhana, namun ibu Uni sangat bangga kepada Uni. Uni juga senang bisa memberikan kejutan sederhana kepada ibunya. Dalam hatinya, Uni berjanji akan lebih berbakti kepada orang tuanya.

Related Artikel


....

15 April 2017 | 09:57:43 | = 399

Burung Dara dan Semut
....

09 May 2017 | 10:34:39 | = 460

Keledai yang Bodoh
....

15 April 2017 | 09:45:50 | = 464

Dua Kucing dan Seekor Tikus
....

15 August 2017 | 15:50:01 | = 372

Bela Diri Bukan untuk Saling Menyakiti