Kolaborasi UNBK dan UNKP pada USBN 2018

$alt
Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2018 dilakukan dengan dua sistem yakni UNBK dan UNKP.

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2018 dilakukan dengan dua sistem yakni UNBK dan UNKP. UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) atau dapat juga disebut dengan CBT (Computer Based Test) merupakan sistem pelaksanaan ujian nasional yang menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Sementara itu, UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil) atau dapat dikenal dengan PBT (Paper Based Test) merupakan sistem pelaksanaan ujian nasional yang menggunakan kertas dan pensil sebagai media ujiannya. Berdasarkan keunggulan dari kedua sistem dan kesesuaiannya dengan format USBN 2018 yang berbeda dengan tahun sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menerapkan kolaborasi dari kedua sistem pelaksanaan ujian nasional tersebut pada pelaksanaan USBN 2018.

Keunggulan UNBK dan UNKP

Menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto, sistem UNBK memiliki banyak keunggulan. Di antaranya adalah UNBK memiliki resiko keterlambatan lebih kecil dibanding UNKP. UNBK juga meminimalkan kemungkinan tertukarnya soal dan ketidakjelasan hasil cetak soal. Selain itu, UNBK tidak memiliki kerumitan saat pengumpulan lembar jawaban ujian nasional (LJUN). UNBK juga lebih membantu siswa dengan ketunaan, misalnya untuk siswa dengan penglihatan yang kurang, tulisan dan gambar bisa diperbesar. Lebih dari itu, dengan UNBK, hasil ujian dapat diumumkan lebih cepat. Pengamanan dan penyediaan logistik UNBK pun lebih mudah. Jika UNBK dilaksanakan di seluruh sekolah secara serentak, kecurangan dalam pelaksanaan ujian tentu dapat diminimalkan.

Di sisi lain, keunggulan UNKP terlihat pada sistemnya yang lebih sederhana dan mudah dilaksanakan. Sekolah hanya perlu menyediakan ruang ujian yang dilengkapi dengan meja dan kursi sejumlah siswa yang mengikuti ujian. Dari sisi pembiayaan, UNKP tidak membutuh banyak biaya karena biaya hanya dikeluarkan untuk pengawasan saja. Oleh karena itu, semua sekolah bisa menyelenggarakannya bahkan sekolah dengan tingkat akreditasi rendah sekalipun. Lebih dari itu, UNKP mendukung pelaksanaan ujian dengan bentuk soal esai seperti yang akan dilaksanakan pada USBN SD 2018.

Manfaat Penerapan UNBK dan UNKP

Manfaat penerapan UNBK dan UNKP dalam USBN 2018 akan tergantung pada fasilitas yang tersedia di tiap sekolah. Jika sekolah memiliki fasilitas yang menunjang pelaksanaan USBN berbasis UNBK, ujian dapat terlaksana dengan lebih efisien. Adapun sekolah yang ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan USBN harus memiliki minimal 20 server komputer yang berfungsi dengan baik. Bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer, UNBK tetap dapat dilaksanakan dengan mengikuti ujian di sekolah yang memiliki fasilitas komputer. Penetapan tempat ujian bagi siswa dari sekolah yang belum memiliki fasilitas UNBK ditetapkan berdasarkan kedekatan jarak antarsekolah. Dengan demikian, kolaborasi UNBK dan UNKP pada USBN 2018 ditujukan untuk memaksimalkan keunggulan masing-masing sistem sekaligus mengatasi kelemahan dari keduanya agar pelaksanaan USBN dapat berjalan lancar, lebih jujur, dan efisien bagi semua pihak.

Related Artikel