Melibatkan Anak dalam Pekerjaan Rumah untuk Melatih Kemandirian

$alt
Mendidik anak untuk mandiri merupakan salah satu tugas penting orangtua.

Seiring bertumbuhnya seorang anak, terdapat tugas-tugas baru yang perlu anak miliki untuk masa depannya. Jika sebelumnya seorang anak selalu dibantu orangtua dalam kegiatan kesehariannya, suatu saat anak tersebut harus melakukannya sendiri. Mendidik anak untuk mandiri merupakan salah satu tugas penting orangtua. Banyak yang melupakan tugas kemandirian dengan selalu membantu dan menyediakan apapun yang diinginkan anak dengan dalih kasih sayang orangtua.

Pentingnya menumbuhkan sikap mandiri pada anak dapat dimulai dengan kegiatan-kegiatan kecil dalam keseharian di rumah. Perlu ada komitmen orang tua untuk konsisten menerapkan aturan agar anak terbiasa mandiri melakukan kegiatannya. Melatih kemandirian tidak bisa dengan ucapan atau nasihat saja. Untuk melatih kemadirian anak, orangtua bisa mengajak anak untuk terlibat dalam kegiatan keseharian di rumah. Berikut beberapa tips melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari di rumah untuk melatih kemandiriannya.

1.  Membuat Kegiatan Sehari-hari Jadi Menyenangkan

Orangtua yang ikhlas mengerjakan pekerjaan rumah tanpa beban dan keluhan akan membuat pandangan anak bahwa pekerjaan rumah itu mengasyikan dan bukanlah sebuah beban. Dari sana anak melihat bahwa mengerjakan pekerjaan rumah adalah kegiatan sehari-hari yang menyenangkan yang harus mereka lakukan setiap harinya. Melibatkan anak dalam pekerjaan sehari-hari di rumah untuk melatih kemandirian mereka dapat dimulai dengan membiasakan anak merapikan barang miliknya sendiri, seperti merapikan kamar setelah tidur atau merapikan mainan.

2.  Dimulai dari Hal yang Mudah

Pada dasarnya anak senang melakukan pekerjaan yang dikerjakan orang tuanya. Akan tetapi, usahakan jangan dulu memberi beban terlalu berat kepada anak. Cobalah untuk melakukan semua pekerjaan rumah dengan bahagia dan buatlah anak tertantang untuk melakukan pekerjaan rumah itu bersama. Sebagai contoh, mungkin saja anak belum bisa menyapu dengan bersih karena belum kuat memegang sapu, maka libatkan anak untuk mengambil sapu saja. Saat anak melihat orangtuanya menyapu, lambat laun anak akan tertantang untuk melakukan hal serupa.

3.  Kegiatan Tanpa Jadwal

Meskipun membereskan rumah adalah sebuah rutinitas bagi orangtua, namun cobalah sesekali untuk melakukan kegiatan bersama anak secara insidental. Orangtua harus ingat bahwa kegiatan keseharian itu bukan beban, sehingga anak akan melihat bahwa kegiatan tersebut menyenangkan. Misalnya saat orangtua telah selesai menyetrika pakaian, ajaklah anak untuk membantu memasukan pakaiannya sendiri ke lemari. Pekerjaan tersebut tidak dilakukan setiap hari, namun hanya sesekali saja. Selain itu, orang tua dapat memberikan pilihan pekerjaan rumah yang akan dikerjakan anak. Setelah selesai menyetrika, anak diberi pilihan untuk memisahkan baju miliknya dan orang tuanya atau memasukan baju ke lemari. Dengan begitu, anak akan mengerjakan pekerjaan rumah atas dasar pilihannya sendiri bukan dipaksakan orang tua.

4.  Pujian dan Apresiasi

Memuji dan mengapresiasi anak sangatlah penting setelah dia selesai melakukan kegiatan. Setelah mendapatkan pujian dan apresiasi, anak akan cenderung untuk mengulangi perilaku tersebut. Meskipun pekerjaannya belum sempurna dan banyak kekurangan, namun tetaplah beri pujian karena anak selalu ingin belajar. Beri pujian juga untuk inisiatifnya dan kesediaannya membantu sebagai pertanda bahwa dia sudah besar. Selain menumbuhkan karakter mandiri pada anak, memberikan apresiasi juga akan meningkatkan kreativitas dan motivasi pada anak agar terus belajar.

Related Artikel


....

24 March 2017 | 14:52:41 | = 488

Percayalah Bahwa Semua Anak Terlahir Cerdas
....

21 December 2017 | 11:11:46 | = 209

5 Kegiatan agar Liburan di Rumah Makin Berkesan
....

04 May 2017 | 15:16:06 | = 587

Peran Ibu sebagai Pendidik Pertama bagi Anak
....

20 September 2017 | 12:05:11 | = 245

Cara Jitu Mengetahui Bakat Anak Sejak Dini