Peningkatan Kualitas Guru Sekolah Dasar dengan Supervisi Pembelajaran

$alt
Tujuan diberikannya panduan supervisi pembelajaran SD adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru.

Semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong guru-guru untuk selalu belajar dan melek terhadap perubahan yang terjadi. Dengan adanya internet, guru dapat leluasa mengakses pengetahuan terbaru sebagai bahan pembelajaran. Untuk menunjang hal tersebut, Kemdikbud mengadakan supervisi pembelajaran bagi guru sekolah dasar (SD). Tujuan diberikannya panduan supervisi pembelajaran SD adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru.

Tahapan Supervisi Pembelajaran SD

Supervisi pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan layanan yang bersifat membimbing, memfasilitasi, memotivasi, serta menilai guru. Hal tersebut dalam pelaksanaan pembelajaran dan pengembangan profesinya secara efektif. Supervisi pembelajaran tersebut menyangkut bidang kepemimpinan, hubungan kemanusiaan, pembinaan proses kelompok, administrasi personil, dan bidang evaluasi. Untuk mencapai supervisi pembelajaran ada beberapa pedoman yang dijadikan acuan dalam pelaksanaanya diantaranya adalah praktis, sistematis, objektif, relistis, antisipatif dan konstruktif. Adapun tahapan supervisi pembelajaran SD meliputi beberapa hal berikut.

1. Pra Siklus

Tahapan pra siklus yakni pada saat guru merasa butuh bantuan untuk meningkatkan kualitas dirinya dalam mengajar. Dalam tahapan ini supervisor bertugas meyakinkan guru bahwa dengan bantuannya guru dapat mengetahui kelebihan dan kelemahannya dalam hal-hal berikut.

  • Mempersiapkan kegiatan pembelajaran (RPP).
  • Menampilkan keterampilan mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran agar siswa mampu mencapai kompetensi yang ditentukan dalam silabus dan RPP.
  • Mengembangkan diri dan memperbaiki keterampilan mengajar dalam menggunakan model dan strategi pembelajaran.
2. Silkus 1

Dalam tahapan siklus pertama, guru dan supervisor bersama-sama mereview dokumen pembelajaran dengan cara memeriksa dokumen kurikulum yang meliputi standar isi dan RPP. Dari hasil review tersebut, supervisor menjelaskan hal-hal penting untuk diperbaiki. Setelah itu guru dan supervisor memperbaiki dokumen kurikulum agar memenuhi persyaratan secara substansi ataupun mekanisme pembelajaran.

Prosedur Supervisi Pembelajaran SD

Untuk melakukan supervisi pembelajaran perlu adanya prosedur yang harus dilakukan. Prosedur pembelajaran dilaksanakan dalam program pengawasan semester yang merupakan penjabaran dari program pengawasan tahunan di setiap sekolah binaan dan disusun oleh masing-masing pengawas dalam jangka waktu satu semester. Program pengawasan semester tersebut selanjutnya dijabarkan dengan rinci untuk dilaksanakan dalam satu pertemuan atau lebih, kemudian dituangkan dalam rencana pengawasan pembelajaran (RPA).

Adapun prinsip pembuatan RPA dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Time Bound), yaitu:

  • Specific, yakni program yang disusun mempunyai fokus yang jelas dan mencakup bidang tertentu secara khusus.
  • Measurable, artinya program-program dan kegiatan-kegiatan yang dipilih dapat diukur pencapaiannya.
  • Achievable, artinya program yang akan dibuat memungkinkan untuk dicapai, baik dari segi biaya, waktu, dan kondisi yang ada.

Adapun kaitan antara supervisi dan karakteristik guru yakni dengan menggunakan variabel pengembangan, yaitu tingkat kompetensi/berpikir abstrak dengan tingkat komiten guru dalam melaksanakan tugasnya. Dengan adanya variabel tersebut maka pengawas atau kepala sekolah dapat mengklasifikasikan kompetensi guru yang ada. Dengan hal tersebut maka akan memudahkan bagi supervisi untuk meng-upgrade kemampuan pengajaran bagi guru, agar kualitas guru dapat meningkat.

Related Artikel


....

08 August 2017 | 09:41:43 | = 766

Guru Melek Teknologi Itu Penting!
....

19 February 2018 | 11:47:14 | = 423

Siapa yang Bertugas Menanamkan Pendidikan Karakter?