Pemanasan Global : Mengapa Gunung Es di Kutub Bisa Mencair?

$alt
Pemanasan Global : Mengapa Gunung Es di Kutub Bisa Mencair?

Sepulang sekolah, Made melepas lelah dengan duduk bersama ayahnya di ruang keluarga. Saat itu, Ayah tengah bersantai sambil membaca surat kabar. Made ikut membaca berita yang mengabarkan bahwa gunung es di kutub mencair. Made menyimak berita tersebut dengan saksama.

“Ayah, kenapa gunung es di kutub bisa mencair?” tanya Made penasaran.

"Sebentar, akan ayah jelaskan dengan sebuah percobaan," kata Ayah. Ayah kemudian ke dapur dan mengambil segelas es batu. Kemudian ayah menuangkan air panas ke dalam gelas berisi es tersebut dan menutupnya dengan sebuah tutup gelas. Dibawanya gelas tersebut kembali ke ruang keluarga untuk Made amati.

“Coba perhatikan ini! Es dalam gelas ini lama-lama akan mencair. Kamu tahu, apa yang menyebabkan es mencair?” tanya Ayah.

Made mengamati es di dalam gelas yang telah dituangi air panas oleh Ayah. Setelah beberapa saat, Made melihat es dalam gelas mulai mencair.

“Aaaaa... aku tahu, Yah. Es mencair karena terkena air panas, kan?” jawab Made dengan semangat.

“Nah, gunung es di kutub juga begitu. Gunung es bisa mencair karena suhu bumi meningkat atau biasa disebut pemanasan global. Pemanasan global itu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan permukaan bumi. Kondisi suhu yang meningkat inilah yang membuat gunung es di kutub mulai mencair,” jawab Ayah.

“Kenapa bisa terjadi pemanasan global, Yah?” tanya Made dengan penuh semangat.

“Penyebabnya banyak. Contohnya asap kendaraan bermotor dan asap pabrik. Asap dari kendaraan bermotor itu mengandung karbon dioksida. Nah, karbon dioksida ini dapat membentuk lapisan di atmosfer bumi. Lapisan ini menghambat keluarnya panas dari bumi jadi panas akan berkumpul di atmosfer bumi,” jelas Ayah.

“Ooo, seperti tutup gelas ini. Tutup gelas mencegah hawa panas keluar sehingga es lebih cepat meleleh. Sama seperti panas yang berkumpul di atmosfer bumi yang menyebabkan suhu bumi meningkat. Iya kan, Yah?” kata Made.

“Betul, Nak. Tidak hanya itu, hutan yang dirusak juga bisa jadi penyebab pemanasan global lho! Kamu tahu apa sebabnya?” tanya Ayah.

Made terdiam sejenak dan berfikir.

“Pohon kan berfungsi menyerap karbon dioksida, kalau hutannya rusak berarti jumlah karbon dioksida yang diserap semakin sedikit. Jadi, bumi akan menjadi semakin panas. Begitu kan, Yah?” kata Made.

“Wah pintar sekali kamu, Nak! Benar apa kata Made. Semakin sedikit karbon dioksida yang terserap oleh pohon, maka semakin banyak karbon dioksida yang berkumpul di atmosfer sehingga menyebabkan terjadinya pemanasan global,” jelas Ayah.

Sekarang Made sudah tahu penyebab gunung es di kutub mencair. Made kembali menyimak kelanjutan berita tersebut di halaman selanjutnya. Berita tersebut mengabarkan bahwa gunung es yang mencair dapat menyebabkan beberapa dampak bagi kehidupan di bumi. Salah satunya, gunung es yang mencair akan menyebabkan permukaan laut semakin tinggi. Jika permukaan laut semakin tinggi, maka wilayah daratan dapat tenggelam. Dalam berita juga ditampilkan gambar pulau-pulau kecil yang mulai tenggelam akibat naiknya permukaan laut.

“Wah, kok pulaunya bisa tenggelam seperti itu. Aku enggak mau rumah kita juga ikut tenggelam, Yah!” kata Made ketakutan.

Ayah tertawa melihat reaksi Made yang begitu serius memperhatikan berita tersebut.

“Kalau tidak mau tenggelam, kita harus bisa mencegah terjadinya pemanasan global,” kata Ayah.

“Apa Made bisa melakukannya? Gimana caranya, Yah?” tanya Made.

“Tentu Made bisa. Caranya dengan menjaga lingkungan kita tetap asri. Kita rawat tumbuhan dan pohon yang sudah ada. Kita juga bisa menanam pohon di lingkungan sekitar kita yang masih bisa dimanfaatkan. Selain menanam pohon, kita juga dapat melakukan penghematan listrik dan mengurangi pemakaian kendaraan bermotor.” jelas Ayah.

“Oke. Besok aku akan ajak teman-teman untuk mulai melakukannya supaya bisa mencegak pemanasan global!” kata Made penuh semangat.

Ayah tersenyum melihat sikap Made. Made adalah contoh anak yang memiliki karakter rasa ingin tahu yang tinggi. Made pun kini bisa menunjukkan kepada ayahnya bahwa ia juga memiliki karakter cinta lingkungan. Keduanya merupakan bagian dari nilai-nilai karakter yang wajib dimiliki semua anak Indonesia. Sikap Made perlu kita contoh, untuk mau mencari tahu hal-hal baru serta belajar menjaga kelestarian lingkungan. Jangan lupa, tunjukkan juga aksi kita untuk turut berpartisipasi untuk mencegah terjadinya pemanasan global seperti Made! 


Related Artikel


....

15 April 2017 | 09:44:32 | = 462

Penggembala dan Serigala
....

15 April 2017 | 09:53:35 | = 338

Kumbang dan Lebah
....

15 November 2017 | 09:56:17 | = 296

Kalau Belajar Pasti Bisa
....

15 April 2017 | 09:32:32 | = 432

Elang dan Guci