01 November 2018 09:03:59

Pentingnya Pemahaman Materi dan Penerapan dalam Proses Pembelajaran

Sangat penting bagi pengajar untuk memberikan penekanan pemahaman materi pembelajaran kepada siswa ketika sedang mengajar.

Proses belajar merupakan proses yang berlangsung secara berkesinambungan. Bukan hanya berhenti pada pembelajaran materi, melainkan juga pada penerapan atau praktik di lapangan. Dengan menerapkan teori yang dipelajari di sekolah, proses belajar menjadi lebih sempurna dan lebih sesuai dengan konteksnya.

Meskipun tampak sepele, gaya belajar siswa Sekolah Dasar pun harus mencakup kedua hal ini. Pemahaman materi sangat penting, demikian pula pelaksanaan praktik di sekolah.

Penekanan Pemahaman Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran ditentukan berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan. Dengan mengikuti kurikulum yang berlaku, proses belajar siswa lebih terpantau. Pengetahuan yang diberikan pun sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa dalam level pendidikannya.

Sangat penting bagi pengajar untuk memberikan penekanan pemahaman materi pembelajaran kepada siswa ketika sedang mengajar. Hal ini menjadi dasar dalam mendidik siswa sesuai tujuan yang ingin dicapai. Materi pembelajaran dapat diambil dari buku-buku pelajaran yang telah ditetapkan atau sumber-sumber pendukung lainnya.

Kadang kala, siswa bisa merasa bosan karena pembelajaran materi bersifat monoton. Namun, tanpa menekankan pemahaman yang tepat, proses belajar anak akan terganggu bahkan bisa melenceng dari yang seharusnya diinginkan.

Penerapan Materi dan Praktik

Penerapan materi dan praktik di sekolah sangat berkaitan dengan kreativitas pengajar dalam menciptakan aktivitas-aktivitas yang mendidik sekaligus menyenangkan. Penerapan yang tepat akan mendorong siswa semakin mendalami materi yang baru saja dipelajari.

Gaya belajar yang mengedepankan penerapan atau praktik sangat mudah untuk diimplementasikan dalam proses belajar sehari-hari. Salah satu contohnya, jika siswa baru saja mempelajari tentang benda cair yang dapat berubah bentuk sesuai wadahnya, guru dapat menyiapkan percobaan sederhana. Guru dapat menyiapkan sejumlah wadah yang berbeda lalu membuktikan kebenaran teori tersebut bersama-sama.

Praktik juga dapat dilakukan di luar ruang kelas. Guru bisa memberikan tugas atau pekerjaan rumah kepada siswa lalu meminta mereka untuk menceritakan pengalaman mereka pada hari selanjutnya. Hal ini akan mendorong anak untuk aktif dalam proses pembelajaran serta mengetahui apa saja manfaat ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kendala yang Sering Dialami

Meskipun dua hal ini berkaitan, dalam proses pembelajaran di sekolah, kadang-kadang masih belum dilaksanakan sepenuhnya. Kendala bisa muncul dari pihak pengajar yang enggan untuk menyiapkan kegiatan praktik. Namun, bisa juga berasal dari sistem yang diterapkan, yaitu kurangnya waktu untuk melakukan praktik atau tidak ada dana yang tersedia untuk mempersiapkan kegiatan praktik. Namun, apabila dilakukan secara seimbang, dua gaya belajar ini akan membuat siswa lebih optimal dalam mempelajari ilmu pengetahuan di sekolah.

Baca juga: Perkembangan Gaya Belajar dari Kontekstual Menuju Siswa Aktif.