02 November 2018 08:31:57

Perkembangan Gaya Belajar dari Individualis ke Kelompok

Gaya belajar kelompok atau cooperative learning, adalah suatu pembelajaran yang dilakukan beregu.

Gaya belajar adalah strategi yang digunakan dalam proses belajar untuk memahami suatu materi pembelajaran. Gaya belajar siswa Sekolah Dasar yang umum diterapkan, yaitu gaya belajar individualis dan gaya belajar kelompok. Masing-masing gaya belajar memiliki keunggulan dan kelemahan.

Gaya Belajar Individualis

Gaya belajar individualis adalah suatu strategi belajar yang fokus pada kemandirian siswa. Setiap siswa dituntut untuk dapat mengembangkan pribadinya tanpa harus tergantung kepada orang lain. Dengan gaya belajar individualis, kemampuan siswa ditentukan oleh kecepatannya memahami materi pelajaran.

Selain membangun kemandirian siswa, sisi positif menerapkan gaya belajar individualis adalah timbulnya kepercayaan diri siswa. Ketika ia berhasil mencapai sebuah prestasi, ia dapat merasa bangga terhadap dirinya dan lebih menghargai usahanya. Dengan prestasi tersebut, ia memiliki kesiapan untuk berkompetisi di tengah persaingan yang semakin ketat.

Di sisi lain, strategi pembelajaran individualis dapat menimbulkan hal negatif. Salah satunya, kurangnya komunikasi antarsiswa. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan berkurangnya minat dan perhatian para siswa untuk belajar.

Siswa yang menerapkan gaya belajar individualis juga akan mengalami kesulitan bekerja sama di dalam tim karena tidak terbiasa melakukannya. Dengan mengetahui kekurangan dan kelebihan gaya belajar individualis, pengajar dapat mempertimbangkan hal tersebut terlebih dahulu.

Gaya Belajar Kelompok

Gaya belajar kelompok atau cooperative learning, adalah suatu pembelajaran yang dilakukan beregu. Satu kelompok siswa akan dibimbing oleh satu atau beberapa guru. Dalam proses pembelajaran, setiap individu dianggap sama tanpa memperhatikan kecepatan belajar satu demi satu.

Biasanya, kelompok belajar berjumlah 4-6 siswa dengan latar belakang yang berbeda, baik kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, dan suku. Menurut penelitian, sistem belajar kelompok dapat meningkatkan kemampuan membangun hubungan sosial. Siswa dapat belajar menerima kekurangan dirinya dan orang lain. Siswa juga dapat belajar berpikir dan memecahkan masalah.

Belajar dalam kelompok akan mendorong siswa untuk tidak selalu bergantung pada guru. Siswa juga dapat lebih berani mengungkapkan ide dan gagasannya. Namun, sisi negatifnya adalah adanya batasan bagi siswa yang berkemampuan tinggi untuk mengembangkan potensinya. Penilaian yang diterima adalah penilaian secara kelompok, bukan berdasarkan kemampuan siswa bersangkutan. Inilah kekurangan dan kelebihan gaya belajar kelompok yang perlu diketahui oleh pengajar.

Perbedaan antara gaya belajar individualis dan gaya belajar kelompok cukup jelas. Namun, keduanya bisa dikombinasikan dalam satu strategi belajar supaya siswa dapat memperoleh manfaat optimal selama proses belajarnya.

Baca juga: Pentingnya Pemahaman Materi dan Penerapan dalam Proses Pembelajaran.