05 November 2018 11:26:05

Kiat Praktis Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika pada Siswa

Sebagian materi pelajaran matematika tergolong sulit untuk dipahami akan tetapi akan terasa mudah jika tahu tips dan trik mengerjakannya.

Tidak sedikit siswa yang merasa tertekan setiap kali mulai belajar matematika. Pasalnya, matematika kerap dianggap sulit untuk dipahami. Angka-angka serta rumus yang rumit menjadi tampak menakutkan. Inilah salah satu faktor yang mendorong siswa enggan untuk belajar matematika.

Dalam hal ini, guru tentu harus berperan aktif menghilangkan kesan negatif tersebut. Apalagi karena pelajaran matematika sangat berguna dan pasti diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa kiat praktis mengatasi kesulitan belajar matematika yang dapat dilakukan oleh guru.

1. Pantau Siswa yang Terlihat Belum Paham

Salah satu tugas pengajar adalah memastikan para siswa memahami materi pelajaran yang disampaikan di ruang kelas. Jika ada yang belum paham, guru perlu melakukan evaluasi. Apakah yang menyebabkan hal itu bisa terjadi? Salah satu faktornya adalah kemampuan siswa yang berbeda-beda.

Ada sebagian yang memiliki kecerdasan logika di atas rata-rata. Kecerdasan ini memungkinkan siswa dapat memahami pelajaran terkait angka dengan mudah. Pada sisi lain, ada pula yang kurang unggul di bidang tersebut. Untuk itu, guru harus memantau siswa-siswa yang termasuk dalam tiap kelompok dan memberikan perhatian ekstra.

2. Kenali Materi yang Sulit

Sebagian materi pelajaran matematika tergolong sulit untuk dipahami. Pengajar tentu perlu mengetahui apa saja materi tersebut lalu melakukan pendalaman supaya siswa dapat lebih paham. Cara kenali materi yang sulit bagi anak sangat mudah, yaitu dengan melihat hasil tesnya. Jika sebagian besar siswa memperoleh nilai di bawah standar, guru perlu melakukan perubahan metode belajar.

3. Gunakan Contoh Sehari-Hari

Guru harus memiliki banyak kiat supaya anak mau belajar matematika dengan senang. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan contoh soal sehari-hari yang dekat dengan kehidupan siswa. Guru dapat menggunakan benda-benda yang akrab dengan anak untuk mengajarkan konsep perhitungan dan pengurangan, seperti alat tulis, anggota tubuh, furnitur rumah, dan sebagainya.

Dengan cara ini, guru bisa ajak anak berpikir kontekstual sehingga materi yang dipelajari lebih mengena. Dampak positif lainnya, anak akan lebih tertarik untuk belajar dan mudah memahami materi tersebut.

4. Lakukan Pendekatan Personal

Bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika di kelas, guru dapat melakukan pendekatan personal. Tanyakanlah apa yang membuat siswa sulit untuk memahami pelajaran. Kadang kala, masalahnya tidak terletak pada materi pelajaran, tetapi cara mengajar guru atau trauma belajar matematika yang dialami siswa.

Setelah melalui pendekatan ini, guru bisa melakukan langkah-langkah solutif sehingga masalah kesulitan belajar dapat diatasi segera. Jadi, guru harus bisa menjadi partner yang  mendorong siswa supaya berusaha lebih keras untuk memahami pelajaran yang sulit tersebut.

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika pada Anak.