31 Desember 2018 08:57:45

Ini Dia, Evaluasi yang Perlu Dilakukan Saat Nilai Anak Kurang Memuaskan

Orang tua juga memiliki kontribusi yang tidak dapat diabaikan, yaitu membantu anak belajar di rumah.

Siapa yang harus disalahkan ketika nilai anak yang tertera di rapor tidak memuaskan? Tidak sedikit orang tua yang akan langsung menyalahkan dan memarahi anak atau justru mengkritik guru yang memberikan nilai. Alih-alih sebagai sarana evaluasi, momen penyerahan rapor K-13 semester 1 pun menjadi mimpi buruk.

Sebenarnya, bukan hanya anak yang berperan ketika mendapatkan nilai yang bagus di rapor. Orang tua juga memiliki kontribusi yang tidak dapat diabaikan, yaitu membantu anak belajar di rumah. Jadi, secara logika, jika nilai anak jelek, orang tua dan anak perlu melakukan evaluasi gaya belajar di rumah.

Evaluasi Gaya Belajar Anak

Mengetahui fakta bahwa nilai anak tidak memuaskan, tentu akan muncul kekecewaan dan kesedihan, baik bagi anak maupun orang tua. Namun, larut dalam perasaan negatif itu tentu tidak bermanfaat.

Ada baiknya, orang tua membantu anak untuk mengevaluasi gaya belajarnya di rumah. Jika selama ini kurang efektif, carilah faktor penyebabnya. Lalu, temukan solusi terbaik untuk masalah tersebut.

Hal-hal yang menyebabkan anak tidak dapat belajar dengan baik di rumah bisa jadi karena terpengaruh gadget. Anak mungkin lebih memilih untuk bermain game di gadget atau menghabiskan waktu untuk menggunakan media sosial. Hal ini dipastikan dapat memengaruhi kualitas belajar anak.

Dalam hal ini, orang tua harus mengambil tindakan yang tegas dan masuk akal, misalnya membatasi penggunaan gadget pada waktu tertentu. Dengan demikian, anak akan lebih fokus untuk belajar. Itulah salah satu tindakan evaluasi gaya belajar anak di rumah yang perlu dilakukan.

Evaluasi Gaya Orang Tua Mendampingi Anak Belajar

Selain evaluasi gaya belajar anak, orang tua juga perlu melakukan evaluasi pada cara mendampingi anak ketika belajar. Orang tua perlu merenungkan, apakah selama ini telah meluangkan waktu untuk membantu anak ketika belajar? Apakah orang tua selalu bersedia untuk diganggu ketika anak menghadapi kesulitan memahami materi pelajaran?

Gaya orang tua ketika mendampingi anak saat belajar memang berbeda-beda. Ada yang sangat intens menemani, ada pula yang membiarkan anak belajar sendiri. Bahkan, karena keterbatasan pengetahuan, orang tua cenderung tidak bersedia ditanyai perihal materi pelajaran tertentu yang sulit bagi anak. Akibatnya, proses belajar anak menjadi semakin lambat.

Bukan hanya guru, sangat penting bagi orang tua memahami cara mendidik anak dengan baik. Bukan sekadar berusaha memahami materi pelajaran, tetapi juga karakter anak saat belajar. Ada anak yang senang diberikan kebebasan dan tantangan, ada pula yang harus dituntun tahap demi tahap.

Salah satu tugas orang tua di rumah adalah memastikan anak dapat belajar dengan optimal. Jadi, jika nilai anak jelek, bisa jadi penyebabnya adalah ketidakmampuan orang tua dalam membantu anak saat belajar.

Dengan melakukan evaluasi gaya orang tua mendampingi anak belajar, anak diharapkan mendapatkan dukungan yang seharusnya. Orang tua pun lebih bijak bereaksi ketika menerima rapor anak yang berisi nilai yang tidak memuaskan.

Baca juga: Tips Menyampaikan Kritik kepada Guru Terkait Rapor Anak.