02 Januari 2019 13:40:48

Tips Mengembangkan Pendidikan Karakter pada Anak

Tugas orang tua adalah memberikan teladan yang jelas dan nyata kepada anak, bukan sekadar menyuruh anak untuk melakukannya.

Dalam proses pembelajaran di sekolah, bukan hanya perkembangan kecerdasan intelektual yang harus diperhatikan. Perkembangan karakter atau sikap anak juga sangat penting. Perkembangan karakter bertujuan untuk mengembangkan potensi dasar anak agar berhati baik, berperilaku baik, serta memiliki pemikiran yang bijak.

Memantau Perkembangan Karakter Anak Melalui Rapor

Ada dua komponen penting yang tertulis dalam rapor anak terkait sikap berdasarkan Kurikulum 2013, yaitu sikap spiritual dan sikap sosial. Sikap spiritual menunjukkan keimanan dan ketakwaan peserta didik. Sikap sosial terkait dengan pembentukan akhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Jika sikap spiritual adalah menguatnya hubungan vertikal dengan Tuhan Yang Maha Esa, sikap sosial merupakan wujud eksistensi dan kesadaran untuk menciptakan harmoni dengan sesama.

Guru dapat menuliskan perkembangan karakter anak secara gamblang melalui rapor. Ini merupakan salah satu cara untuk mengomunikasikan kepada orang tua mengenai sikap anak selama menjalani proses pembelajaran di kelas.

Tips Mengembangkan Karakter Anak

Salah satu contoh adalah ketika anak bersikap jujur dan disiplin. Sikap ini dapat dinilai oleh guru melalui pertemuan sehari-hari atau dalam kegiatan pembelajaran. Dengan memperhatikan nilai sikap di rapor, orang tua dapat memantau sekaligus semakin serius mengembangkan karakter anak. Berikut sejumlah tips yang dapat dilakukan untuk mengembangkan karakter anak.

1. Menunjukkan Teladan

Sikap yang baik hanya dapat diajarkan melalui teladan yang baik pula. Dalam hal ini, tugas orang tua adalah memberikan teladan yang jelas dan nyata kepada anak, bukan sekadar menyuruh anak untuk melakukannya.

Sebagai contoh, jika ingin anak memiliki sikap kejujuran, orang tua perlu bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, bahkan ketika tidak diketahui oleh anak. Jika ingin anak memiliki keimanan yang baik, orang tua juga perlu menunjukkan sikap yang mengarah pada keimanan.

2. Memberikan Teguran

Supaya pengajaran karakter pada anak semakin optimal, orang tua perlu menerapkan strategi khusus ketika memberikan teguran. Ini berarti, ketika anak menunjukkan karakter yang tidak baik, jangan mengabaikannya, berpura-pura tidak tahu, atau menganggap tidak serius.

Teguran bukanlah hal yang negatif. Teguran justru menjadi salah satu alat yang efektif untuk menunjukkan ketegasan sehingga anak kembali ke jalur yang tepat. Jadi, jika anak melanggar, orang tua tidak perlu segan menegur, tentu saja dalam batas-batas tertentu.

3. Bersinergi dengan Tenaga Pendidik

Ketika melihat nilai sikap anak di rapor tidak memuaskan, sebagian orang tua merasa kecewa dan justru menyalahkan tenaga pendidik. Padahal, orang tua seharusnya menjalin sinergi yang efektif dengan tenaga pendidik dalam membangun karakter positif pada anak.

Oleh karena itu, tidak perlu menyalahkan guru, tetapi mencari sumber permasalahannya. Pantau sikap anak dan akui dengan jujur seandainya anak memang menunjukkan sikap yang tidak terpuji. Selanjutnya, ambil tindakan efektif untuk mengajarkan karakter positif pada anak.

Pentingnya menerapkan pendidikan karakter pada anak bukan hanya untuk memperoleh nilai terbaik di dalam rapor yang dibagikan tiap semester. Pendidikan karakter yang dilakukan sejak dini secara serius juga akan menciptakan generasi yang berkompeten sekaligus bermoral baik.

Baca juga: Yuk, Ketahui Pentingnya Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah!.