16 Januari 2019 08:40:54

Lindungi Anak dari Penculikan, Ini Hal yang Perlu Dilakukan Orang Tua

Kewaspadaan adalah benteng pertama yang akan menghindarkan anak dari kejahatan penculikan.

Beberapa waktu terakhir, kasus kejahatan penculikan anak sempat marak dan meresahkan para orang tua. Hal ini menjadi momok yang membuat orang tua cukup khawatir dengan keselamatan anak, terutama ketika sedang berada di luar rumah.

Orang tua tentu tidak bisa berada di samping anak terus-menerus. Anak juga tidak mungkin selamanya berada di dalam rumah yang aman. Untuk mengantisipasi, orang tua harus paham bagaimana cara melindungi anak dari kejahatan penculikan. Tindakan yang dapat dilakukan orang tua untuk melindungi anak dari kejahatan penculikan anak, yakni sebagai berikut.

1. Bangun Kewaspadaan dalam Diri Anak

Apakah anak mudah akrab dengan orang yang baru dikenal? Ini bisa menjadi peluang besar bagi orang jahat untuk menjebak anak sehingga mau mengikuti perintahnya. Sebaiknya, bangunlah rasa waspada dalam diri anak, terutama ketika bertemu dengan orang yang tidak dikenalnya.

Kewaspadaan adalah benteng pertama yang akan menghindarkan anak dari kejahatan penculikan. Hal ini terutama berlaku pada anak yang sering bertemu dengan orang asing, misalnya dalam perjalanan pulang sekolah.

2. Beritahukan Apa yang Harus Dilakukan dalam Kondisi Bahaya

Anak sering tidak menyadari apa yang dimaksud dengan kondisi berbahaya. Karena kurangnya pengalaman dan kemampuan mengenali niat jahat seseorang, anak pun dengan mudah tertipu. Akibatnya, ketika ada seseorang yang berpura-pura baik, anak mudah saja melakukan hal yang merugikan dirinya.

Dalam hal ini, tugas orang tua adalah mengajak anak mengenali kondisi bahaya di sekitarnya. Untuk kasus penculikan, misalnya, anak perlu tahu gerak-gerik seseorang yang berbahaya. Selanjutnya, beritahukan apa langkah pertama yang harus dilakukan oleh anak dalam situasi tersebut.

Jika kondisi memungkinkan, anak harus menghindar atau lari. Anak juga bisa berteriak jika ada orang asing yang memaksanya untuk menuju ke suatu tempat. Lengkapi pula anak dengan metode membela diri yang sederhana.

3. Bekali Anak dengan Identitas Diri yang Lengkap

Jika anak sudah cukup besar, ia bisa mengingat identitas dirinya dengan mudah. Identitas diri tersebut antara lain nama orang tua, tempat kerja orang tua, alamat rumah, atau nomor telepon orang tua. Namun, jika anak belum terlalu mampu untuk mengingat itu, sebaiknya letakkan hal tersebut di dalam tas atau baju anak.

Identitas diri sangat penting seandainya anak terpisah dari orang tua. Atau, jika ia berhasil menyelamatkan diri, tetapi tidak tahu cara untuk sampai ke rumah.

4. Jangan Biarkan Anak Keluar Rumah Tanpa Pengawasan

Jika memungkinkan, anak harus selalu dalam pengawasan orang tua. Jika bermain di luar rumah, ketahui dengan pasti lokasinya dan tanyakan kapan ia akan selesai bermain. Apabila pada waktu tersebut anak belum pulang, Anda patut khawatir dan perlu mencari tahu alasannya. Tindakan yang segera akan mengurangi risiko buruk yang merugikan. Nyawa anak tergantung pada seberapa tepat keputusan yang diambil.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, buah hati Anda akan terselamatkan dari penculikan anak.

Baca juga: Tips Menghindarkan Anak dari Kejahatan Seksual.