17 Januari 2019 08:43:49

Tips Lindungi Anak dari Bahaya Pornografi

Mengetahui apakah anak sudah terpapar pornografi memang tidak mudah, apalagi jika hubungan orang tua tidak dekat dengan anak.

Meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Dampak tersebut juga berakibat kepada anak-anak. Salah satunya, kasus kejahatan seksual anak yang marak karena pengaruh pornografi.

Menurut data dari Kemenko PMK, sekitar 25 ribu aktivitas pornografi di Indonesia melibatkan anak. Jumlah ini adalah setengah dari seluruh aktivitas pornografi yang terjadi di Indonesia. Tak heran jika Kemenko PMK menyebut keadaan ini dengan istilah “Indonesia Darurat Pornografi”.

Lalu, bagaimana tindakan yang seharusnya orang tua lakukan untuk menghindari kejahatan pornografi pada anak? Berikut di antaranya.

1. Memberikan Batasan dalam Mengakses Internet

Orang tua merupakan pihak pertama yang bertugas untuk mendidik anak dan membentuk karakter yang baik dan positif. Tak  bisa dimungkiri, pola asuh sangat berperan dalam hal ini. Cara orang tua mendidik anak akan berdampak pada perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari.

Orang tua juga berperan untuk memberikan batasan-batasan kepada anak dalam mempergunakan gawai. Sederhananya, ada pengawasan yang ketat terhadap aktivitas anak dalam mengakses internet. Jangan melarang anak karena hal itu justru akan memperkuat rasa penasarannya dan akhirnya ia mencari tahu tanpa sepengetahuan orang tua.

2. Kenalkan Bahaya Pornografi

Selain kebijakan akses internet untuk anak, salah satu cara melindungi anak dari pornografi adalah mengajak anak untuk memahami apa saja bahayanya. Anak bisa saja menjadi korban maupun pelaku pornografi. Apabila hal ini terjadi, masa depan anak akan menjadi taruhannya.

Salah satu bahaya pornografi yang tidak disadari adalah adanya kerusakan pada otak. Anak yang terpapar oleh konten-konten pornografi cenderung akan ketagihan dan sulit untuk berhenti. Bahkan, sebagai penyaluran atas apa yang dilihatnya, anak bisa melakukan tindakan-tindakan yang merugikan dirinya dan orang lain.

3. Bersinergi dengan Berbagai Pihak

Tindakan lainnya yang perlu dilakukan adalah membangun sinergi yang kuat dengan berbagai pihak, baik dari orang tua, sekolah, pemerintah, maupun masyarakat. Sinergi akan mencegah penyebaran pornografi secara menyeluruh sehingga anak terhindar dari bahaya pornografi.

Selain itu, sinergi juga berguna untuk melakukan penindakan yang efektif terhadap pelaku pornografi. Dengan demikian, akan timbul rasa jera yang diharapkan membantu menghentikan penyebaran pornografi.

4. Peduli kepada Anak

Salah satu alasan anak mengakses konten pornografi adalah merasa bosan dan tidak dipedulikan oleh orang-orang di sekitarnya. Kurangnya aktivitas yang bermanfaat dan sibuknya orang tua akhirnya mendorongnya untuk mengakses pornografi dari gawai.

Untuk menghindari itu, orang tua perlu menyadari dan memberikan perhatian yang cukup pada keseharian anak. Sediakan waktu untuk mengobrol mengenai aktivitas harian anak. Selain itu, orang tua juga perlu mengajak anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat.

Mengetahui apakah anak sudah terpapar pornografi memang tidak mudah, apalagi jika hubungan orang tua tidak dekat dengan anak. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, segeralah bangun kembali hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak.

Baca juga: Lindungi Anak dari Penculikan, Ini Hal yang Perlu Dilakukan Orang Tua.