19 Januari 2019 08:56:59

Cara Mengatasi Permasalahan Emosi Anak

Anak bukan hanya membutuhkan dukungan berupa kata-kata yang positif dan memotivasi.

Anak tidak bisa mengendalikan emosi ketika berhadapan dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan. Hal tersebut memicu anak menunjukkan sifat pemarah yang berlebihan. Kondisi ini tentu perlu mendapatkan perhatian dari orang tua. Pasalnya, sifat pemarah disinyalir dapat memengaruhi kesehatan anak.

Bukan hanya marah, ada pula emosi negatif lain yang mungkin dirasakan anak secara berlebihan, seperti rasa sedih, rasa takut, atau rasa tidak percaya diri. Untuk mengatasinya, berikut beberapa cara mengatasi permasalahan emosi pada anak yang dapat dilakukan orang tua.

1. Ajak Anak Beraktivitas

Jika tidak memiliki aktivitas, anak cenderung mudah bosan. Kondisi inilah yang akan memicu anak untuk mengeluarkan suatu emosi negatif yang tidak bisa dikendalikan. Oleh karena itu, ada baiknya orang tua selalu mempersiapkan bermacam-macam aktivitas menarik untuk anak.

Salah satunya, mengajak anak untuk melakukan olahraga sederhana. Menggerakkan badan akan membuat aliran darah mengalir dengan lancar sehingga tubuh pun bebas dari tekanan. Hal ini akan membuat anak lebih santai dalam keseharian.

2. Dengarkan Anak

Anak mungkin tidak mudah untuk menumpahkan emosinya. Biasanya, senjata yang diandalkan adalah menangis atau melemparkan benda-benda yang ada di sekitarnya. Anak juga mungkin akan melakukan aktivitas seperti memukul atau justru membenturkan tubuhnya sendiri.

Supaya emosi anak tersalurkan, orang tua sebaiknya peka terhadap hal ini. Duduklah bersama-sama dalam suasana yang hangat dan santai lalu cobalah menanyakan perasaannya. Tunjukkan dukungan berupa empati kepada anak atas perasaan tersebut.

3. Berikan Dukungan yang Nyata

Anak bukan hanya membutuhkan dukungan berupa kata-kata yang positif dan memotivasi. Orang tua juga perlu menunjukkan dukungan yang berbentuk nyata, seperti pelukan, senyuman, sentuhan di bahu, atau pandangan mata yang teduh.

Selain itu, dukungan juga diperlukan dalam bentuk solusi yang efektif dan berdampak. Jika anak sedang marah karena tidak dibelikan sebuah barang, berikan solusi yang mendidik, yaitu menabung. Anak boleh membeli barang tersebut jika ia berhasil mengumpulkan sejumlah uang. Dalam hal ini, yang diperlukan adalah kemauan dan komitmen untuk mengikuti prosesnya.

4. Pantau Keseharian Anak

Orang tua juga bisa melakukan pencegahan dalam rangka mengendalikan emosi anak. Langkah pertama untuk melakukan ini adalah cermat memantau keseharian anak. Perhatikan apa saja yang dihadapi oleh anak, misalnya nilai yang buruk, teman yang tidak baik, atau lingkungan yang kurang bersahabat.

Jika ada hal yang tidak beres, orang tua perlu turun tangan untuk melakukan pencegahan. Contohnya, jika anak sedih berlebihan karena nilai yang buruk, cobalah untuk memasukkan anak ke tempat les supaya ia dapat belajar dengan lebih baik. Pencegahan ini tentu lebih baik dan efektif.

Dengan menerapkan hal-hal tersebut, anak dapat belajar untuk mengelola emosinya dan orang tua pun belajar untuk mendampingi anak dengan baik.

Baca juga: Bagaimana Cara Membangun Kecerdasan Emosi Anak?