01 Februari 2019 08:53:02

4 Cara Menegur Anak Tanpa Membentak

Orang tua yang berpikiran lebih jernihlah yang bertugas untuk memberikan pemahaman kepada anak.

Apa tindakan yang akan Anda lakukan ketika anak berbuat kesalahan? Sebagian orang tua pasti akan langsung memarahi anak bahkan membentaknya. Apalagi jika sebelumnya orang tua telah memperingatkan, tetapi anak tidak menghiraukannya. Karena emosi yang memuncak, bukan tidak mungkin orang tua akan segera membentak anak.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa marah dengan cara membentak ternyata berdampak buruk terhadap perkembangan otak anak. Bahkan, ada yang riset yang menyebutkan bahwa dampak membentak anak dapat menyebabkan kerusakan pada syaraf otak anak dan mengganggu fungsi organ penting lain.

Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui cara menegur anak tanpa membentak. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan.

1. Jangan Terpancing untuk Marah

Beberapa anak tidak mempan ditegur. Ketika orang tua sudah memberikan teguran dengan baik-baik, mereka terus saja melanjutkan perbuatan yang tidak disetujui tersebut. Pada titik ini, orang tua biasanya akan terpancing untuk marah. Tak heran, akhirnya yang keluar adalah bentakan keras.

Jika Anda menghadapi kondisi seperti ini, sebaiknya tenangkan diri terlebih dahulu. Apabila emosi yang dirasakan semakin tidak terkendali, berpalinglah sebentar untuk meredakannya. Ingatlah bahwa anak perlu diajari dengan sabar supaya dapat memahami aturan yang ditetapkan.

2. Berikan Sanksi yang Tidak Membahayakan

Apabila anak melakukan kesalahan, orang tua dapat memberikan sanksi. Namun, pilihlah jenis sanksi yang tidak berbahaya bagi fisik maupun mental anak. Daripada membentak, aturlah nada suara tetap datar ketika menjatuhkan sanksi. Cara ini akan mempertegas otoritas Anda sebagai orang tua.

Beberapa contoh sanksi yang bisa diberikan adalah mengurangi jatah main anak, memangkas uang jajan, mewajibkannya untuk melakukan sebuah tugas sederhana setiap hari, dan sebagainya. Pastikan anak terlebih dahulu memahami alasan ia diberikan sanksi.

3. Bijak dalam Menilai Anak

Karena anak melakukan kesalahan yang sama berkali-kali, wajar jika orang tua merasa kesal. Namun, Anda juga perlu menelusuri penyebab anak melakukan kesalahan-kesalahan tersebut. Bukan tidak mungkin, anak melakukan kesalahan karena ia memang tidak tahu cara menghindarinya.

Ketika berhadapan dengan kasus ini, orang tua perlu adil dan bijak dalam menilai anak. Jangan serta-merta menjatuhkan sanksi tanpa mempertimbangkan alasan anak. Supaya tidak terjadi lagi, berikan pengertian kepada anak dalam bahasa yang mudah dimengerti.

4. Orang Tua Menegur Anak secara Bergantian

Karena tekanan pekerjaan, Anda bisa jadi sulit untuk mengontrol emosi. Jadi, ketika anak melakukan kesalahan, sangat mudah untuk membentak anak. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya bergantianlah ketika menegur anak. Orang tua yang berpikiran lebih jernihlah yang bertugas untuk memberikan pemahaman kepada anak.

Dengan beberapa tips ini, Anda tidak terpancing untuk membentak anak ketika hendak menegur. Anak pun akan lebih sehat secara mental.