12 Februari 2019 08:51:53

Ajari Anak Meminta Tolong dengan Sopan

Mengapa kita perlu mengucapkan tolong sebelum meminta bantuan orang lain untuk melakukan sesuatu?

Sejak kecil, anak terbiasa dilayani oleh orang tua. Hal ini terjadi karena anak memang belum mampu melakukan semuanya sendiri. Ketika usianya semakin bertambah, anak tentu akan semakin mandiri. Ia sudah bisa melakukan beberapa hal, seperti makan, mandi, atau mengenakan pakaian sendiri.

Akan tetapi, ada kalanya anak masih harus meminta tolong kepada orang tua atau orang lain. Pasalnya, anak-anak memang memiliki lebih banyak keterbatasan. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, anak perlu tahu etika yang tepat. Bukan bersikap memerintah, anak justru harus belajar untuk meminta tolong.

Pentingnya Meminta Tolong

Pentingnya menggunakan kata "tolong" saat menginginkan sesuatu adalah sebuah bentuk kesopanan. Tanpa menyertakan kata ini, sebuah permintaan bisa terdengar sebagai perintah. Bagi siapa pun, kalimat perintah pasti akan meninggalkan kesan yang tidak nyaman. Apalagi jika kalimat tersebut ditujukan kepada orang yang lebih tua.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengajarkan anak meminta tolong dengan sopan? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.

     1. Jelaskan Pentingnya Mengucapkan Kata "Tolong"

Hal pertama yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah menjelaskan arti kata ini dengan bahasa yang sederhana. Mengapa kita perlu mengucapkan tolong sebelum meminta bantuan orang lain untuk melakukan sesuatu? Selain bentuk kesopanan, ini adalah tanda bahwa kita menghargai orang lain.

     2. Meminta Tolong Tanpa Memaksakan Kehendak

Hal yang perlu diajarkan kepada anak adalah bahwa meminta tolong berbeda dengan memaksakan kehendak. Pada umumnya, anak cenderung ingin mendapatkan semua keinginannya. Faktanya, hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Dengan meminta tolong, ia sadar bahwa bukan ia yang berhak mengambil keputusan. Oleh karena itu, jika keinginannya tidak tercapai, anak tidak boleh marah atau menyalahkan orang lain.

     3. Berikan Hadiah Kecil

Menggunakan hadiah dianggap lebih efektif dibandingkan memberikan sanksi. Ini berarti, ketika anak telah menjalankan kebiasaan mengucapkan kata "tolong" dengan spontan, ia berhak mendapatkan hadiah.

Ada banyak bentuk hadiah yang bisa diberikan orang tua, misalnya membelikan buku bacaan, mengajaknya ke taman bermain, membelikan benda yang sudah lama diinginkan, dan sebagainya.

Butuh Proses

Tidak mudah bagi anak untuk menjalankan kebiasaan ini seperti harapan orang tua. Dibutuhkan proses yang cukup panjang supaya anak mau melakukannya tanpa paksaan atau dorongan. Latihlah anak secara perlahan-lahan tanpa membebaninya.

Ketika anak sudah memahami konsep dan prinsip yang perlu diketahui, akan lebih gampang untuk melakukannya. Dalam hal ini, orang tua harus bisa menjadi bagian dari proses belajar anak. Jangan meremehkan usaha anak untuk belajar mengucapkan kata "tolong".

Pada awalnya, anak mengucapkan kata "tolong" sekadar sebagai formalitas. Ini tidak apa-apa sebagai permulaan. Sedikit demi sedikit, anak akan memahami manfaat kebiasaan ini dan berguna ketika ia dewasa kelak.