27 Februari 2019 09:40:20

Mitigasi Bencana Puting Beliung di Indonesia

Angin puting beliung adalah fenomena alam yang biasa terjadi pada musim peralihan.

Pada akhir 2018 lalu, bencana puting beliung melanda wilayah Kota Bogor. Kerugian akibat bencana tersebut di antaranya adalah banyaknya korban berjatuhan, kerusakan rumah dan bangunan-bangunan strategis seperti kantor pemerintahan, dan tumbangnya beberapa pohon besar sehingga menimpa material di bawahnya.

Menurut BMKG Stasiun Klimatologi Bogor, adanya angin kencang di wilayah tersebut disebabkan oleh aktivitas awan Kumulonimbus (CB) yang cukup matang. Kecepatan angin mencapai 30 knot atau 50 km per jam dalam satu kali embusan. Situasi seperti ini disebutkan bisa saja terjadi selama puncak musim hujan.

Penyebab Puting Beliung

Hal pertama yang harus Anda diketahui adalah penyebab puting beliung. Ini adalah peristiwa ketika angin berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Benda maupun bangunan yang dilewati oleh gerakan angin puting beliung bisa terbang dan terlempar jauh.

Sebenarnya, puting beliung adalah fenomena alam yang biasa terjadi. Peristiwa ini terjadi pada masa peralihan, yaitu dari musim kemarau ke musim hujan dan sebaliknya. Puting beliung berpotensi terjadi ketika hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang tidak terlalu lama. Angin puting beliung biasanya terjadi pada siang dan sore hari. Ada sejumlah fase yang terjadi sebelumnya, yakni sebagai berikut.

  1. Fase tumbuh. Pada fase ini, sedang terjadi arus udara yang naik dengan tekanan yang sangat kuat.
  2. Fase dewasa. Pada fase ini, titik air yang tidak bisa ditahan akan naik ke puncak awan. Hujan turun sehingga menyebabkan terjadi gaya gesek antara arus udara yang naik dan turun. Pada saat itu, terjadi arus geser yang memutar hingga membentuk pusaran. Semakin lama, putaran ini semakin cepat dan terjadilah angin puting beliung.
  3. Fase punah. Tidak ada massa udara yang naik, tetapi meluas ke seluruh awan. Pertumbuhan awan berakhir dan angin pun reda.
Mitigasi Bencana Puting Beliung

Ada beberapa upaya mitigasi bencana puting beliung yang perlu Anda ketahui. Pertama adalah mempersiapkan diri sebelum bencana terjadi. Sangat diperlukan sosialisasi mengenai apa yang dimaksud dengan puting beliung dan cara melindungi diri. Dari pihak pemerintah, perlu ada peta rawan bencana puting beliung.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah memangkas ranting pohon besar dan menebang pohon yang berpotensi tumbang karena rapuh. Pada masa peralihan, rajinlah mengikuti perkiraan cuaca. Hindari berada di luar rumah apabila langit sangat gelap. Persiapkan tempat mengungsi yang aman.

Pada saat terjadi bencana, berlindunglah di tempat yang kokoh dan aman. Jika memungkinkan, menjauhlah dari lokasi kejadian. Bangunan semi permanen bisa saja roboh karena angin sangat kencang. Hindari pula berteduh di bawah pohon besar dan baliho. Upaya mitigasi bencana puting beliung di rumah maupun ketika berada di luar ini diharapkan dapat meminimalkan korban jiwa.

Baca juga: Kenali Penyebab Bencana Tsunami dan Mitigasinya.