11 Maret 2019 09:04:04

Kisi-kisi USBN SD 2019 Bahasa Indonesia

Kisi-kisi USBN telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2019 pada jenjang Sekolah Dasar akan segera dilaksanakan. Pemerintah telah merilis jadwal dan kisi-kisi USBN SD tahun 2019. Secara umum, kebijakan USBN tahun 2019 tidak jauh berbeda dengan kebijakan USBN pada tahun 2018.

Jadwal pelaksanaan USBN SD tahun 2019 yang semula dijadwalkan pada bulan Mei akan dimajukan menjadi tanggal 22 - 24 April 2019. Seperti tahun-tahun sebelumnya, USBN SD tahun 2019 akan mengujikan tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Jumlah Soal USBN Bahasa Indonesia

Jumlah soal Bahasa Indonesia yang akan diujikan pada USBN tahun 2019 terdiri dari 40 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian dengan alokasi waktu selama 120 menit.

Dari keseluruhan jumlah soal tersebut, sebanyak 20-25% soal berasal dari pusat, sedangkan 75-80% soal disusun oleh setiap guru di satuan pendidikan. Penyusunan soal tersebut berdasarkan pada indikator soal yang termuat dalam kisi-kisi USBN.

Kisi-Kisi USBN Bahasa Indonesia

Kisi-kisi USBN telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) berdasarkan kriteria pencapaian kompetensi kelulusan, standar isi, dan lingkup materi pada kurikulum yang berlaku. Kisi-kisi tersebut memuat level kognitif dan lingkup materi.

Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, lingkup materi yang akan diujikan meliputi kegiatan membaca nonsastra, membaca sastra, menulis terbatas, dan menyunting penggunaan ejaan. Sementara, level kognitif yang akan dicapai meliputi pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, serta penalaran.

Klik di sini untuk mengunduh kisi-kisi USBN SD 2019 Bahasa Indonesia.

Kemunculan Soal HOTS dalam USBN Bahasa Indonesia

Sebagian besar soal Bahasa Indonesia pada USBN SD merupakan soal bacaan yang harus dibaca berulang-ulang dan dipahami secara saksama. Kekurangcermatan peserta didik dalam membaca setiap teks yang disajikan membuat nilai ujian Bahasa Indonesia lebih rendah daripada mata pelajaran lain. Hal ini disebabkan rendahnya minat baca peserta didik yang membuat peserta didik kewalahan untuk menyelesaikan soal Bahasa Indonesia yang diujikan.

Kemunculan soal HOTS (High Order Thinking Skill) pada USBN dikategorikan dalam level kognitif penalaran. Dengan munculnya soal HOTS, peserta didik diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan menghafal, tetapi mampu berpikir tinggi dan kritis untuk menyelesaikan masalah yang kompleks.

Peserta didik dituntut memiliki penalaran tinggi untuk menyelesaikan soal HOTS. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, kemunculan soal HOTS membutuhkan kecermatan peserta didik dalam memahami bacaan yang disajikan.

Baca juga: Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD