11 April 2019 08:46:21

Wisata Edukatif, Mengajak Anak Berlibur Sambil Belajar

Bukan sekadar bersenang-senang, perjalanan wisata juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak.

Berlibur sambil belajar? Mengapa tidak. Orang tua dapat mengajak anak untuk melakukan kedua aktivitas ini melalui kegiatan wisata edukatif. Bukan sekadar bersenang-senang, perjalanan wisata juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak.

Ada sejumlah tempat yang dirancang khusus untuk menjadi objek wisata edukatif. Ada wisata edukatif bertema alam, kebudayaan, sejarah, dan sains. Masing-masing objek wisata ini dapat menjadi tempat belajar di luar sekolah yang bermanfaat bagi anak.

Manfaat Wisata Edukatif

Salah satu manfaat wisata edukatif yang paling utama adalah mengajak anak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. Di tempat wisata yang dikunjungi, anak akan mendapatkan banyak pengetahuan, terutama dari segi praktik.

Manfaat yang kedua adalah memberikan suasana baru kepada anak. Berada di ruang kelas sepanjang waktu lama-kelamaan pasti membosankan. Sebagai selingan, anak dapat diajak untuk melakukan wisata edukatif sembari mempelajari materi pelajaran.

Wisata edukatif juga bertujuan untuk mengajak anak melihat dari sudut pandang yang berbeda. Ketika anak mempelajari berbagai hal langsung dari sumbernya, pemahamannya tentu akan lebih lengkap.

Manfaat lainnya adalah untuk membangun bonding antara orang tua dan anak. Melalui wisata edukatif, anak merasakan dukungan orang tua sehingga semakin bersemangat untuk mempelajari berbagai hal.

Beraktivitas di luar rumah atau sekolah pun akan menjadi latihan fisik yang efektif bagi anak. Jadi, bukan hanya otaknya yang terlatih dan berkembang, tetapi juga kondisi fisiknya.

Kegiatan Edukatif

Ada sejumlah jenis kegiatan edukatif yang dapat dilakukan ketika berwisata. Berikut di antaranya.

1. Mancakrida (Outbond)

Mancakrida atau lebih dikenal dengan istilah outbond adalah salah satu kegiatan edukatif bertema alam yang dilakukan di luar ruangan. Melalui outbond, anak dapat mempelajari berbagai hal secara kompleks. Anak dapat melatih keseimbangan, mengatur strategi, mempelajari prinsip alam, sekaligus belajar bekerja sama.

2. Darmawisata

Kegiatan edukatif lainnya adalah darmawisata atau berkunjung ke suatu tempat untuk belajar secara langsung melalui pengalaman. Darmawisata bisa dilakukan di mana saja, mulai dari tempat pelayanan publik seperti kantor polisi, kantor pos, dan kantor pemadam kebakaran, hingga tempat usaha, seperti pabrik, toko, dan sebagainya.

3. Studi Banding

Kegiatan wisata edukatif ini bertujuan untuk mengunjungi sebuah tempat untuk berwisata sambil mempelajari berbagai hal yang bisa diterapkan di tempat sendiri. Biasanya studi banding dilakukan oleh pelajar tingkat menengah atas, mahasiswa, maupun pekerja atau pegawai di suatu instansi.

Wisata edukatif bisa dilaksanakan oleh sekolah. Namun, orang tua juga bisa mengajak anak untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata edukatif sebagai bentuk dukungan terhadap proses pembelajaran anak.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih lokasi wisata yang tepat dan bermanfaat bagi anak. Pastikan tempat tersebut menawarkan edukasi pada anak sehingga perjalanan wisata semakin berkualitas.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Edukatif Bertema Sains yang Layak Dikunjungi.