02 Mei 2019 13:50:50

Teknologi Pendidikan dalam Bingkai Hari Pendidikan Nasional 2019

Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2019.

Kemajuan teknologi dan informasi tampaknya memberi dampak yang cukup besar terhadap perubahan zaman. Terutama pada moral serta tata nilai dari generasi milenial—sebutan generasi muda. Sayangnya, kemajuan teknologi dan informasi tak selamanya memberikan pengaruh yang positif. Oleh karena itu, untuk membentengi diri dari pengaruh negatif, generasi milenial perlu memperhatikan pendidikannya.

Membicarakan pendidikan, setiap tanggal 2 Mei seluruh masyarakat Indonesia memperingati perayaan Hari Pendidikan Nasional 2019. Meski selalu diperingati, ternyata masih banyak masyarakat yang belum memahami makna dari Hari Pendidikan Nasional tersebut. Sebenarnya, penetapan tanggal 2 Mei tersebut bukan semata-mata tanpa alasan. Bila ditilik lebih mendalam, dipilihnya tanggal 2 Mei karena bertepatan dengan tanggal lahir Bapak Pendidikan Indonesia, yakni Ki Hadjar Dewantara.

Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menyoroti persoalan mengenai isu teknologi pendidikan. Bila diamati, saat ini banyak siswa yang menggunakan internet. Entah untuk alasan pendidikan ataupun sekadar hiburan. Bahkan beberapa data yang diungkapkan ke publik, menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai lebih dari 143,26 juta pengguna. Tentunya pengguna internet tersebut didominasi oleh generasi milenial.

Menilik data tersebut, tentunya diperlukan pengawasan yang ekstra dari orang tua maupun tenaga pendidik. Alasan tersebut membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengusung tema sesuai dengan keadaan dunia pendidikan di Indonesia pada era ini. Tema Hari Pendidikan Nasional 2019 yang diusung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”, dengan subtemanya yaitu “Mewujudkan SDM Kompetitif, Inovatif, dan Berkarakter”.

Tema yang diusung oleh Kemendikbud tampaknya juga berkaitan dengan bergesernya perhatian pemerintah yang awalnya dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia). Pada pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, diungkapkan bahwa tema ini merupakan cerminan pesan dari Ki Hadjar Dewantara mengenai hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan sebuah ekosistem pendidikan dengan syarat nilai serta pengalaman kebudayaan demi meningkatkan SDM yang berkualitas. Kemendikbud berperspektif bahwa peningkatan SDM menekankan dua penguatan, yakni pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil. Kemendikbud juga menyoroti munculnya teknologi yang semakin canggih.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, teknologi canggih mampu memengaruhi cara berpikir, berperilaku, serta karakter dari peserta didik. Penggunaan teknologi canggih tersebut dapat dimanfaatkan oleh tenaga pendidik dalam proses pembelajaran. Sayangnya, memang belum semua tenaga pendidik mampu memanfaatkan teknologi canggih tersebut. Oleh karena itu, pemerintah akan mendorong peningkatan kualitas SDM dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan. Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional ini, peningkatan kualitas SDM diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.