13 Mei 2019 08:51:36

Memilih Camilan yang Sehat untuk Anak

Demi kesehatan anak, ada baiknya orang tua memperhatikan anjuran dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) terkait aturan memberi anak camilan setiap hari.

Di sela-sela waktu sarapan, makan siang, dan makan malam, anak boleh mengonsumsi camilan. Tujuannya adalah untuk memberikan tambahan energi kepada anak saat aktif bermain. Camilan juga dapat menjadi sumber nutrisi untuk anak asalkan menu yang disajikan memenuhi unsur kesehatan.

Tidak sedikit orang tua yang memberikan camilan berupa makanan kemasan untuk anak. Pasalnya, jenis camilan ini dapat disajikan secara praktis dan mudah. Meskipun demikian, tidak semua camilan instan baik untuk kesehatan anak. Untuk mengetahuinya, Anda perlu memperhatikan informasi nilai gizi yang tertera pada kemasan.

Demi kesehatan anak, ada baiknya orang tua memperhatikan anjuran dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) terkait aturan memberi anak camilan setiap hari. Berikut di antaranya.

1. Perhatikan Kandungannya

Meskipun camilan hanya berbentuk makanan ringan yang dikonsumsi di sela-sela makanan utama, kandungan di dalam camilan pun perlu diperhatikan. Selain mengandung nutrisi untuk anak, jumlah karbohidrat, lemak, dan protein harus lebih kecil daripada makanan utama. Hal ini dilakukan untuk menghindari keengganan anak untuk makan siang atau makan malam.

2. Bebas Bahan Tambahan Pangan Berbahaya

Camilan untuk anak sebaiknya tidak mengandung bahan tambahan pangan (BTP) yang berbahaya. Salah satu yang kerap ditemukan adalah pewarna tekstil pada kerupuk. Ada juga jenis makanan yang mengandung formalin dan rhodamin. Jika ragu dengan kualitas makanan yang dijual, Anda pun dapat membuat sendiri camilan sehat untuk anak.

3. Higienis dan Bergizi

Baik makanan utama maupun camilan harus diolah dan disajikan secara higienis. Dalam hal ini, Anda dapat mengontrol higienitas tersebut apabila membuat sendiri camilan untuk anak. Selain itu, pilihlah camilan yang bergizi. Ada beragam jenis camilan yang enak, tetapi sebenarnya tidak bergizi untuk anak, misalnya permen atau keripik. Jenis camilan ini sering kali sangat disukai oleh anak. Meskipun demikian, hindari menyimpannya di lemari atau kulkas supaya anak tidak sewaktu-waktu memakannya.

4. Buah Termasuk dalam Camilan Sehat

Selain makanan yang diolah, buah juga termasuk jenis camilan sehat yang bisa diberikan oleh orang tua kepada anak. Buah memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, misalnya apel atau jeruk. Bagi anak yang memiliki status gizi lebih atau obesitas, memberikan camilan berupa buah sangat dianjurkan.

5. Mengonsumsi Camilan Berdasarkan Jadwal

Untuk memberikan camilan kepada anak, orang tua perlu menentukan jadwal. Tujuannya adalah supaya tidak mengganggu jadwal makan makanan utama. Jadi, jika anak sarapan pada pukul 08.00 WIB dan makan siang pada pukul 12.00 WIB, berikan camilan pada 10.00 WIB. Jumlahnya pun tidak terlalu banyak sehingga anak tidak kekenyangan saat waktu makan siang.

Baca juga: Susu untuk Anak: Susu Murni atau Susu Formula?