14 September 2019 12:08:41

BOS Afirmasi dan Kinerja untuk Mencetak SDM Unggul

Pemerintah melalui Permendikbud Nomor 31 Tahun 2019 mengeluarkan kebijakan yang mengatur tentang Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja.

Pemerintah melalui Permendikbud Nomor 31 Tahun 2019 mengeluarkan kebijakan yang mengatur tentang Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja. Dalam hal ini, BOS Afirmasi ditujukan untuk sekolah di daerah tertinggal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Kemudian, BOS Kinerja dialokasikan bagi sekolah yang memiliki kinerja baik dalam melaksanakan layanan pendidikan. Sementara BOS Reguler untuk pendanaan biaya operasi personalia dan nonpersonalia sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus nonfisik.

Sekolah Penerima BOS Afirmasi dan BOS Kinerja

BOS Afirmasi diberikan kepada sekolah yang memenuhi beberapa persyaratan seperti menerima BOS Reguler pada tahun anggaran berkenaan; mengisi data pokok pendidikan paling sedikit tiga semester terakhir; berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar; memiliki sumber listrik; serta memiliki jaringan internet.

Sementara sekolah yang berhak menerima BOS Kinerja adalah sekolah dasar yang menerima BOS Reguler pada tahun anggaran berkenaan dan tahun anggaran sebelumnya; mengisi data pokok pendidikan tiga semester terakhir; memiliki jumlah siswa paling sedikit 60 anak; dan diprioritaskan bagi yang telah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer serta menerapkan proses penerimaan peserta didik baru berdasarkan zonasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Alokasi BOS Afirmasi dan BOS Kinerja

Total alokasi BOS Afirmasi yang akan diterima setiap sekolah adalah Rp24.000.000,00 ditambah dengan alokasi penghitungan jumlah sasaran siswa prioritas. Sementara total alokasi BOS Kinerja yang akan diterima setiap sekolah sebesar Rp19.000.000,00 ditambah dengan alokasi penghitungan jumlah sasaran siswa prioritas. Alokasi tersebut ditujukan untuk membiayai penyediaan fasilitas akses pembelajaran berbasis digital daring Rumah Belajar dari Kemdikbud atau media belajar daring lain yang membantu pelaksanaan pembelajaran, serta langganan daya dan jasa. Rincian fasilitas akses pembelajaran berbasis digital tersebut terdiri dari tablet, komputer PC, laptop, proyektor, jaringan nirkabel (access point) dengan jumlah satu unit; dan perangkat penyimpanan eksternal.

Penggunaan fasilitas akses pembelajaran berbasis digital hendaknya dimanfaatkan untuk keperluan satuan pendidikan. Khusus perangkat tablet digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengakses konten media pembelajaran digital yang diprioritaskan bagi siswa kelas 6. Kemudian, perangkat komputer PC dan laptop dapat digunakan untuk pembelajaran berbasis teknologi atau pembelajaran daring Rumah Belajar dari Kemdikbud atau media belajar daring lain seperti Rumah Juara, dan/atau peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Sementara, perangkat proyektor digunakan untuk pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi; perangkat jaringan nirkabel (access point) dapat digunakan sebagai sarana komunikasi antarperangkat pembelajaran; serta perangkat penyimpanan eksternal digunakan untuk menyimpan konten pembelajaran.