15 Februari 2018, 11:10:28 WIB
Metode Pembelajaran bagi Siswa dengan Kesulitan Belajar

Dalam sebuah kelas, tidak jarang guru menemui siswa yang memiliki kesulitan dalam belajar. Siswa tersebut sering dicap oleh lingkungan sebagai siswa nakal yang akan membuatnya sulit untuk diterima di lingkungan mereka. Di sinilah peran guru untuk membangun kedekatan secara emosi yang positif untuk membuat siswa tersebut merasa mampu dan kompeten di kelas. Harapannya, kompetensi tersebut kelak bisa dibawa siswa ke luar sekolah dan membuatnya menjadi seseorang yang dihargai di lingkungannya. Salah satu medel pembelajaran yang bisa digunakan guru untuk membangun kedekatan dengan siswa ialah The Engagement-Based Classroom Management Model. Model pembelajaran tersebut merupakan model pengelolaan kelas yang berbasis keterlibatan, di mana siswa dilibatkan dalam beragam kegiatan yang akan melatih perilaku dan kedekatannya dengan guru.

The Engagement-Based Classroom Management Model

The Engagement-Based Classroom Management Model melibatkan perilaku dan emosional siswa untuk menilai dan merefleksikan diri sendiri, juga memilih sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan sosialnya. Aturan penerapan model belajar ini menyerupai video game, di mana siswa bergerak sesuai levelnya dan mencatat apa yang mereka rasakan. Siswa memilih kemampuan pada setiap levelnya yang akan memotivasi mereka untuk belajar ke level berikutnya. Dengan keterlibatan siswa di dalam proses pembelajaran, diharapkan akan mengurangi kecemasan dan kemarahan dalam dirinya.

Sebelum memulai model pembelajaran ini, guru dan siswa harus sama-sama tahu cara menerapkan model pembelajaran ini. Yang lebih penting, guru dan siswa harus sama-sama tahu bagaimana mereka mengomunikasikan perasaan mereka dalam pelajaran. Tips mengajar pertama dengan menggunakan model ini adalah mengajak siswa mengenal neuro-anatomi mereka sendiri, yakni saat siswa menyadari bagaimana kerja otak dan merasakan setiap kata, pemikiran, dan pengalaman dalam dirinya yang akan mereka gunakan selama hidup mereka. Pendidikan karakter untuk belajar mandiri dan mengajarkan kedisiplinan tersirat dalam model belajar ini. Setiap siswa dengan sadar mengenali diri mereka dan menentukan tujuan serta langkah apa yang akan dilakukan dalam pelajaran.

Penerapan Model Pembelajaran dengan Game on Level 1-7

Berikut contoh aturan main yang dibuat oleh siswa ketika menerapkan The Engagement-Based Classroom Management Model.

“Eko akan mengerjakan proyek yang ditugaskan dalam waktu 15 menit tanpa mengganggu teman sekelasnya dengan berbicara, memberi isyarat, atau menggangu mereka belajar”

Level 1

Siswa yang kesulitan belajar memiliki emosi negatif yang ada dalam dirinya. Guru membutuhkan ruang dan waktu untuk menghilangkan emosi negatif tersebut, sehingga semua proses, usaha, dan tujuan dapat tercapai setelah emosi negatif tersebut dihapus.

Level 2

Pada level ini, siswa akan merasa semakin menentang dan menutup diri untuk belajar dan dievaluasi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guru pada level ini, di antaranya dengan permainan yang mencairkan suasana untuk mengalihkan perhatian dari aktivitas yang menyebabkan stres ke kegiatan yang menyenangkan.

Level 3

Pada level ini siswa dan guru mungkin akan merasa frustasi kesal dan gelisah. Di sinilah siswa ditantang untuk memulainya lagi dan lagi.

Level 4

Level ini merupakan waktu yang tepat bagi guru untuk terlibat dengan siswa, memberikan ketertarikan pada masalah yang dihadapi, serta memperhatikan bentuk komunikasi yang terjalin dengan siswa. Dekati siswa dengan menanyakan: “Ada yang bisa Bakapk/Ibu bantu?”, “Apa yang kamu butuhkan?”

Level 5

Siswa yang kurang terlibat dalam proses pembelajaran namun masih berusaha menyelesaikan harus didorong untuk menyelesaikan tugasnya.

Level 6

Pada level ini siswa tersebut akan lebih terlibat dan berusaha untuk menyelesaikan tugasnya.

Level 7

Pada level ini, siswa telah terlibat dalam pembelajaran. Di sinilah guru hendaknya memberikan penghargaan sosial sehingga siswa cenderung meneruskan keterlibatannya dalam belajar.

Baca juga: Menghadapi Siswa dengan Kesulitan Belajar