06 Maret 2018, 10:35:30 WIB
Format USBN Sekolah Dasar 2018

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menetapkan kebijakan baru dalam pelaksanaan ujian akhir jenjang sekolah dasar (SD/MI). Kebijakan tersebut berupa diberlakukannya ujian sekolah berstandar nasional (USBN) mulai tahun 2018. USBN merupakan perubahan dari kebijakan lama yang sebelumnya memberlakukan US/M sebagai ujian akhir untuk jenjang SD/MI. Sementara itu, kebijakan mengenai Ujian Sekolah tetap diberlakukan sebagai pedamping dari USBN. Lebih lanjut, dengan adanya kebijakan baru tersebut, berikut ini beberapa perubahan yang membedakan sistem ujian akhir jenjang SD/MI antara tahun 2018 dengan tahun sebelumnya.

Mata Pelajaran yang Diujikan

USBN 2018 mencakup tiga mata pelajaran yang akan diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sementara itu, Ujian Sekolah terdiri dari lima mata pelajaran yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Keterampilan, serta Penjaskes dan Olahraga. Dengan demikian, tidak ada perbedaan mata pelajaran yang akan diujikan antara USBN dengan US/M serta pada Ujian Sekolah 2018 dengan Ujian Sekolah pada tahun sebelumnya.

Pola Pembuatan Naskah Soal

Perbedaan USBN dengan US/M yang utama terletak pada pola pembuatan naskah soal. Pada USBN, sebesar 20% hingga 25% soal disiapkan oleh pusat dan 75% hingga 80% soal disiapkan oleh guru yang tergabung dalam kelompok kerja guru (KKG). Adapun untuk Ujian Sekolah yang mencakup lima mata pelajaran, semua soal disiapkan oleh sekolah sesuai dengan kisi-kisi nasional yang sudah ditetapkan oleh pusat. Sementara itu pada US/M, sebanyak 25% soal disiapkan oleh pusat dan 75% soal disiapkan oleh guru dan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama.

Bentuk dan Teknis Pengerjaan Soal

USBN dan US/M juga berbeda pada bentuk dan teknis pengerjaan soal. Pada USBN, soal ujian berbentuk pilihan ganda dan esai. Soal esai ditetapkan sebanyak 10% dari total soal. Kombinasi bentuk soal tersebut dinilai sesuai dengan kompetensi generasi abad 21, sehingga Kemdikbud pun mendorong para guru untuk membuat soal Ujian Sekolah dengan cara serupa. Adapun untuk teknis pengerjaannya, pada USBN 2018 dan Ujian Sekolah sudah bisa menerapkan ujian berbasis komputer. Dengan demikian, soal berbentuk pilihan ganda akan dikerjakan dengan menggunakan komputer, sedangkan soal esai dikerjakan secara manual di kertas esai. Sementara itu pada US/M, bentuk soal yang diberikan semuanya berupa pillihan ganda.

Peran Guru dalam Pelaksanaan USBN

Keterlibatan guru dalam mempersiapkan soal USBN maupun Ujian Sekolah bertujuan agar guru makin memahami standar isi, standar evaluasi, serta kompetensi lulusan yang diharapkan. Dengan kata lain, guru tidak hanya memperhatikan apa yang sudah diajarkan, tetapi juga apa yang harus dimiliki siswa saat dinyatakan lulus. USBN tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dan capaian kompetensi kelulusan. Lebih lanjut, untuk membekali guru dalam pembuatan soal, Kemdikbud mengadakan pelatihan level KKG dan MGMP di Kabupaten/Kota.  Melalui pelatihan tersebut, guru dapat menyamakan persepsi dalam membuat evaluasi belajar sendiri bagi siswa.