10 Januari 2019, 08:39:09 WIB
Peran Soal HOTS dalam Penilaian SD

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi yang dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Penilaian yang dilakukan pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.

Sementara itu, penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai pencapaian Standar Kompetensi Lulusan. Penilaian ini meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Tujuan soal-soal HOTS adalah untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Beberapa peran soal HOTS dalam penilaian SD, yaitu sebagai berikut.

1. Mempersiapkan Kompetensi Peserta Didik Menyongsong Abad ke-21

Pertama, penilaian berbasis soal HOTS diharapkan dapat membekali peserta didik dengan sejumlah kompetensi yang dibutuhkan pada abad ke-21. Umumnya, ada tiga kelompok kompetensi yang dibutuhkan, yaitu memiliki karakter yang baik, antara lain beriman dan takwa, pantang menyerah, dan kepekaan sosial serta berbudaya.

Kedua, memiliki sejumlah kompetensi penting, seperti berpikir kritis dan kreatif, mampu memecahkan masalah, mampu melakukan kolaborasi dan komunikasi.

Ketiga, menguasai literasi yang mencakup keterampilan berpikir dengan menggunakan sumber-sumber pengetahuan yang terwujud dalam bentuk visual, digital, cetak, atau auditori.

Soal-soal HOTS dalam penilaian diharapkan dapat mengasah kemampuan dan keterampilan sesuai ketiga tuntutan tersebut. Penilaian berbasis soal HOTS akan mendorong peserta didik untuk memiliki keterampilan berpikir kritis, memiliki kreativitas, dan memiliki rasa percaya diri.

2. Memupuk Rasa Cinta dan Peduli terhadap Kemajuan Daerah

Soal-soal HOTS seharusnya dikembangkan secara kreatif sesuai dengan situasi dan kondisi pada masing-masing daerah. Guru dituntut untuk memilih stimulus yang berbasis permasalah daerah. Dengan demikian, jenis stimulus ini bersifat kontekstual. Hal ini akan menjadi sangat menarik karena dapat dilihat dan dirasakan secara langsung oleh peserta didik.

Selain itu, penyajian soal-soal HOTS yang kontekstual akan meningkatkan rasa memiliki dan cinta potensi daerahnya masing-masing. Peserta didik pun akan merasa terpanggil untuk mengambil bagian dalam memecahkan permasalahan yang timbul di sekitarnya.

3. Meningkatkan Mutu Penilaian

Penilaian yang berkualitas pasti akan dapat meningkatkan mutu pendidikan. Ditinjau dari hasil yang didapatkan di Ujian Semester dan Ujian Nasional, ada tiga kategori sekolah, yaitu sekolah unggul, sekolah biasa, dan sekolah yang perlu dibina. Sekolah yang perlu dibina adalah bila rerata nilai Ujian Semester lebih besar daripada rerata nilai Ujian Nasional.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah soal buatan guru lebih rendah level kognitifnya daripada soal-soal UN. Selain itu, soal-soal HOTS mungkin belum disisipkan dalam Ujian Semester sehingga peserta didik tidak terbiasa mengerjakan soal-soal HOTS.

4. Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik

Pendidikan di sekolah seharusnya dapat menjawab tantangan yang terjadi di tengah masyarakat sehari-hari. Itulah sebabnya, ilmu pengetahuan yang dipelajari di ruang kelas sebaiknya terkait langsung dengan masalah di masyarakat. Hal ini pun akan membuat peserta didik merasakan bahwa materi pelajaran dapat menjadi bekal untuk terjun ke tengah masyarakat.

Tantangan-tantangan yang terjadi tersebut dapat dijadikan stimulus kontekstual dan menarik dalam penilaian dan diharapkan dapat menambah motivasi belajar peserta didik.

Baca juga: Bagaimana Langkah-Langkah Menyusun Soal HOTS?.