13 Maret 2019, 08:57:08 WIB
Kisi-kisi USBN SD 2019 IPA

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2019 untuk tingkat SD akan segera dilaksanakan. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), telah mengumumkan jadwal USBN yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 April 2019. USBN akan menguji tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Mata pelajaran IPA dipilih untuk diujikan dalam USBN karena IPA merupakan mata pelajaran utama dan juga sebagai fondasi yang harus dikuasai siswa. Pembelajaran IPA melatih siswa mempunyai sifat yang jujur, tanggung jawab, teliti, dan berpikir kritis. IPA juga dapat memberikan pengetahuan tentang lingkungan alam yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

USBN memang tidak dijadikan sebagai standar kelulusan. Namun, hasil USBN tetap digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam penerimaan peserta didik baru. Oleh sebab itu, penting bagi siswa untuk mulai mempersiapkan diri dari sekarang.

Jumlah Soal USBN IPA

Soal USBN IPA terdiri atas 35 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian dengan alokasi waktu 120 menit. Sebanyak 20% - 25% butir soal disiapkan oleh Kementerian dan 75% - 80% butir soal disiapkan oleh guru. Sebagai bahan persiapan, siswa dapat mempelajari materi IPA berdasarkan kisi-kisi yang telah dikeluarkan oleh BSNP.

Kisi-kisi Soal USBN IPA

Dalam kisi-kisi USBN IPA SD tahun 2018/2019, terdapat penjelasan tentang level kognitif dari lingkup materi yang diujikan. Terdapat lima lingkup materi IPA yang diujikan, yaitu makhluk hidup dan lingkungannya, struktur dan fungsi makhluk hidup, benda dan sifatnya, energi dan perubahannya, serta bumi dan alam semesta. Sementara level kognitif yang diujikan yaitu, pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, serta penalaran.

Klik di sini untuk mengunduh kisi-kisi USBN SD 2019 IPA.

Soal HOTS pada USBN IPA

Pada level pengetahuan dan pemahaman, siswa harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, memberikan contoh, dan menyebutkan konsep materi. Sementara pada level aplikasi, siswa harus memiliki kemampuan untuk menerapkan, membandingkan, dan mengklasifikasikan materi. Selanjutnya pada level penalaran, siswa harus memiliki kemampuan menganalisis, memprediksi, dan menyimpulkan materi. Pada level inilah terdapat soal-soal High Order Thinking Skills (HOTS).

Soal HOTS merupakan soal yang menuntut siswa untuk berpikir lebih tinggi. Melalui soal HOTS, diharapkan siswa tidak sekadar menghafal saja, tetapi mempunyai kemampuan berpikir tinggi dan kritis untuk menyelesaikan masalah yang kompleks.

Soal HOTS tidak selalu sulit. Untuk menyelesaikan soal HOTS, siswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis. Semakin sering berlatih soal HOTS, maka siswa akan semakin mudah memahami soal HOTS.