12 Mei 2017, 08:36:28 WIB
Mengenal Kartu Indonesia Pintar

Berdasarkan INPRES Nomor 07 Tahun 2014 tentang Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar, dan Program Indonesia Sehat untuk Membangun Keluarga Produktif, Presiden menginstruksikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyediakan Kartu Indonesia Pintar kepada sejumlah penerima Program Indonesia Pintar terutama siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan.

Program Indonesia Pintar (PIP) kemudian dilaksanakan, ditandai dengan hadirnya Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program Indonesia Pintar sendiri diwujudkan dalam pemberian bantuan tunai pendidikan yang ditujukan kepada anak usia sekolah mulai usia 6—21 tahun yang berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin. Adapun kriteria rentan miskin, yakni pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, dan korban bencana alam/musibah.

Berdasarkan PERMENDIKBUD Nomor 19 Tahun 2016 tentang Program Indonesia Pintar, disebutkan bahwa program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendukung pelaksanaan pendidikan menengah universal atau rintisan wajib belajar 12 tahun. Adapun manfaat yang diberikan Program Indonesia Pintar sebagai berikut.

  1. Meningkatkan akses bagi anak usia 6—21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan menengah universal/rintisan wajib belajar 12 tahun.
  2. Mencegah siswa dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi.
  3. Menarik siswa putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan agar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah, sanggar kegiatan belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, lembaga kursus  dan pelatihan, serta satuan pendidikan nonformal lainnya atau balai latihan kerja.

 Manfaat tersebut dapat dirasakan oleh mereka yang memenuhi syarat yang berlaku. Adapun syarat bagi penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai berikut.

1. PIP diperuntukkan bagi anak berusia 6—21tahun dengan prioritas antara lain;

a. Siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).
b. Siswa dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus seperti:
  • Siswa dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH).
  • Siswa dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
  • Siswa yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan.
  • Siswa yang terkena dampak bencana alam.
  • Siswa yang tidak bersekolah (drop-out) yang diharapkan kembali bersekolah.
  • Siswa yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, berada di Lembaga Pemasyarakatan, serta memiliki lebih dari 3 saudara yang tinggal serumah.
  • Peserta pada lembaga kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya.

c. Siswa SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang: pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan pelayaran/kemaritiman.

2. Anak yang termasuk dalam prioritas sasaran sebagaimana dimaksud pada syarat pertama dapat diusulkan oleh sekolah, sanggar kegiatan belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, lembaga kursus, lembaga pelatihan, atau pemangku kepentingan.

Klik tautan untuk mengunduh
INPRES Nomor 07 Tahun 2014.pdf 
PERMENDIKBUD Nomor 19 Tahun 2016.pdf