17 Mei 2017, 13:30:54 WIB
Hari Buku Nasional, Mewujudkan Indonesia Gemar Membaca

Setiap tanggal 17 Mei, kita memperingati Hari Buku Nasional. Beragam acara diselenggarakan oleh perpustakaan maupun masyarakat untuk memeriahkan hari tersebut. Tujuannya adalah sebagai gerakan nasional untuk menumbuhkan minat membaca masyarakat Indonesia, mengingat budaya membaca di Indonesia sangat rendah dibanding negara lain di dunia.

Menumbukan minat membaca dapat dimulai dari lingkungan pendidikan sebagai sarana belajar dan buku adalah bagian penting di dalamnya. Dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, muncul program GLS atau Gerakan Literasi Sekolah di mana setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan membaca buku non-pelajaran setiap hari sebelum pembelajaran berlangsung. Hal tersebut bertujuan untuk  menumbuhkan kebiasaan membaca buku dan membentuk generasi masa depan yang berkarakter positif.

Program GLS penting dilakukan mengingat kemampuan akademik anak Indonesia di usia 15 Tahun masih rendah dibandingkan negara lain. Sementara kita tahu, rendahnya budaya membaca juga menjadi salah satu faktor penghambat dalam pembangunan, seab kualitas manusia sangat diperngarui oleh luasnya wawasan dan kekayaan akan informasi.

Program GLS dilakukan dengan tehapan pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran. Pembiasaan dilakukan di lingkungan sekolah dengan membaca selama 15 menit sebelum memulai pembelajaran. Hal tersebut dapat dijadikan program sekolah untuk menumbuhkan minat baca pada siswa. Peserta didik dapat membaca buku apa saja selain buku pelajaran yang disediakan oleh guru atau orang tua. Peserta didik yang berada di daerah terpencil dengan fasilitas perpustakaan minim dapat memanfaatkan majalah, koran, buku bekas atau sumber bacaan lainnya. Pembiasaan positif tersebut diharapkan menjadi upaya untuk menghilangkan rendahnya budaya membaca di Indonesia.

Budaya membaca merupakan tanggung jawab pendidikan. Maka dari itu, sistem pendidikan dari tingkatan dasar hingga tinggi harus menciptakan iklim yang sehat bagi tumbuhnya budaya membaca.

Dengan membangun budaya membaca, kita akan memperoleh banyak manfaat seperti tumbuhnya kesadaran kritis sehingga muncul masyarakat yang cerdas, memiliki daya saing tinggi, dan produktif. Jika generasi muda Indonesia sudah dipupuk untuk menjadi manusia yang cerdas, berdaya saing, dan produktif maka masa depan gemilang anak Indonesia akan terwujud.