29 Mei 2017, 11:59:33 WIB
Pentingnya Peran Ayah dalam Proses Mendidik Anak Di Rumah

Ayah memiliki peran yang sangat penting untuk membina suatu keluarga. Tugas seorang ayah tidak hanya mencari nafkah, namun juga memberikan pendidikan bagi tiap anggota keluarga. Tugas mendidik memang pada praktiknya dilakukan oleh kedua orang tua dengan cara bekerja sama. Meski ibu memiliki lebih banyak waktu bersama anaknya, namun kehadiran seorang ayah sangatlah diharapkan bagi seorang anak. Apalagi, banyak yang berpendapat bahwa seorang anak cenderung menjadikan ayahnya sebagai role model yang akan membentuk karakternya ketika dewasa.

Terdapat beberapa perbedaan gaya pendidikan yang dilakukan oleh ayah dan ibu. Seorang ibu cenderung mengambil keputusan berdasar perasaan dan kekhawatiran, sementara seorang ayah lebih mengedepankan visi dan perencanaan.  Pada prosesnya, anak akan belajar dari ibu segala hal tentang emosi, namun dari ayahlah seorang anak belajar mengambil sikap logis. Kedua perbedaan gaya dalam mendidik tersebut sangat diperlukan oleh seorang anak, baik cara ibu maupun cara ayah keduanya akan berpengaruh terhadap perkembangan anak kedepannya.

Meskipun berbeda, peran ayah dalam proses mendidik anak sangatlah diperlukan. Ayah dapat menjadi sumber pengetahuan dan wawasan baru bagi anak. Bukan sekedar mentransfer pengetahuan, ayah juga berperan untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak terhadap pengetahuan, sehingga pembelajaran dilakukan dengan sangat menarik dan menyenangkan. Ada beberapa bidang yang lebih tepat diberikan oleh seorang ayah diantaranya adalah peran sebagi Ally atau sebagai teman, boundaries atau memberi batasan secara norma sosial atau agama tentang hidup, challenge atau memberikan tantangan untuk kehidupan masa depan anak dan dreams yakni memberikan mimpi dan membantu mewujudkan mimpi tersebut.

Secara psikologis anak yang dekat dengan ayah akan memperlihatkan dampak positif pada masa tumbuh kembangnya. Ditemukan bukti bahwa adanya ikatan emosional antara ayah dan anak dimulai sejak usia bayi. Hal tersebut dapat dibangun dengan ikut berperan menyuapi makanan, mengajari berjalan dan berbicara, memandikan anak atau mengganti baju, mengganti celana dan popok bayi. Dalam Journal of Child Psychology dan Psychiatry dijelaskan bahwa anak yang dekat dengan ayahnya cenderung tidak terlalu memiliki masalah dalam hal perilaku. Bahkan anak yang dekat dan berinteraksi cukup dengan ayahnya cenderung memiliki IQ yang tinggi dibanding anak yang tidak cukup interaksi dengan ayahnya. Hal ini harus disadari supaya ayah tidak lagi berlepas tangan dalam proses pendidikan anak-anaknya.