06 Juni 2017, 10:51:06 WIB
Peran Ibu dalam Mendidik dan Menginspirasi

Pendidikan sejatinya dimulai sejak seorang anak terlahir ke dunia. Setelah anak lahir, harus ada orang yang memainkan peran untuk memenuhi kebutuhan anak dalam tiap tahapan perkembangannya serta menstimulasi beragam potensi yang dimiliki oleh anak. Anak juga butuh tuntunan serta contoh terpuji untuk membentuk karakter dirinya. Tidak hanya itu, anak juga membutuhkan bimbingan untuk menghadapi semua masalah yang dihadapinya, bahkan sejak anak bisa berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Di sini peran ibu sebagai pendidik pertama dibutuhkan oleh sang anak.

Ibu menjadi pilihan pertama karena seorang ibu pasti memiliki hubungan emosional yang lekat dengan anaknya. Kasih sayang yang diberikan seorang ibu akan berdampak positif bagi kehidupan seorang anak kelak. Setiap sentuhan ibu memiliki arti sendiri dalam membuat anak nyaman dan memahami tanpa harus banyak menjelaskan. Kesabaran seorang ibu juga terbukti lebih bisa diandalkan. Cinta kasih yang diberikan seorang ibu juga akan mendasari bagaimana karakter anak di masa yang akan datang. Pendidikan yang diberikan ibu sangat jauh berbeda dari yang diberikan ayah. Maka pendidikan dari seorang ibu kepada anak merupakan hal penting bagi masa depan seorang anak.

Selain sebagai guru bagi anak-anaknya, ibu juga bisa berperan sebagai sebagai pendidik keluarga dan lingkungan sekitar. Ibu yang cerdas dapat mendidik anak dengan baik, membentuk keluarga yang harmonis sesuai dengan perannya baik di rumah maupun di masyarakat sebenarnya selalu bisa ditemui di sekitar kita. Kasih sayang yang diwujudkan dalam sikap keseharian merupakan wujud dari usaha mendidik anak, keluarga dan lingkungan. Terbukti bahwa seorang ibu yang cerdas dalam mendidik anak dan keluarga dapat berperan baik di dalam pengambilan keputusan di lingkungan. Seringkali gaya mendidik sang ibu dijadikan teladan oleh lingkungan sebagai gaya didik ideal bahkan dianjurkan untuk ditiru.

Untuk menjadi pendidik yang cerdas dan penuh kasih, seorang ibuharus memiliki pendidikan yang memadai sebagai bekalnya awalnya. Banyak ibu menerapkannya dengan belajar secara mandiri seperti membaca buku, berselancar di internet, mengikuti forum diskusi dan lain sebagainya. Sebagian lain sudah mendapatkan pendidikan tinggi dan mencoba menerapkannya dalam kehidupan keluarga serta memotivasi lingkungan sekitarnya. Banyak ibu sekarang percaya, bahwa meskipun hanya tinggal di rumah, pendidikan tinggi yang diraih oleh seorang wanita akan tetap berdaya walaupun tanpa karir dan pekerjaan. Mereka bisa berperan secara baik untuk menginspirasi lewat kontribusi nyata yang dilakukannya untuk mencerdaskan anak, keluarga dan lingkungan sekitar.