12 Oktober 2018, 08:52:49 WIB
Waspadai Kekerasan pada Anak di Lingkungan Sekolah

Apakah yang akan Anda lakukan jika anak mengalami kekerasan di lingkungan sekolah? Anda mungkin akan marah karena sekolah seharusnya bertanggung jawab melindungi anak. Sekolah sebagai tempat untuk belajar idealnya mencitrakan sebuah hal yang positif dan membangun.

Sayangnya, ada oknum-oknum tertentu yang membuat sekolah terlihat gagal membawa misi pendidikan. Mereka bisa jadi merupakan teman sekolah anak atau bahkan pendidik. Bentuk kekerasan yang dialami anak beragam, mulai dari kekerasan verbal, kekerasan psikis, hingga kekerasan fisik.

Kebijakan Sekolah yang Melanggar Hak Anak

Sekolah berhak menerapkan kebijakan-kebijakan yang dianggap baik untuk mencapai tujuan pendidikan ideal. Berdasarkan peraturan dari Pemerintah, sekolah juga menetapkan keputusan soal proses pembelajaran. Sayangnya, hal ini kadang-kadang dilakukan tanpa mempertimbangkan hak-hak anak. Menurut Komisi Perlindungan Anak (KPAI), ada sejumlah kebijakan pendidikan yang terindikasi melanggar hak-hak anak di sekolah.

Salah satunya, kebijakan tentang Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang diterapkan pada Ujian Nasional (UN). Ada pula kebijakan yang terkait pungutan liar dalam zonasi. Selain itu, ada kebijakan full day school yang dinilai sejumlah pihak melanggar hak-hak anak untuk berinteraksi dan bermain di luar. Kebijakan di sekolah yang berpotensi melanggar hak-hak anak tersebut merupakan salah satu bentuk kekerasan yang dialami oleh anak dalam lingkup tertentu.

Kekerasan sebagai Dalih Mendisiplinkan Anak 

Bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pendidik pada anak didik biasanya menggunakan dalih untuk mendisiplinkan. Guru memang telah mendapatkan wewenang untuk mendidik anak supaya menjadi lebih pandai dan baik. Namun, hak ini kadang kala disalahgunakan sehingga dapat memicu kekerasan di sekolah dengan dalih mendisiplinkan anak didik.

Padahal, mendidik anak untuk disiplin tidak perlu diterapkan dengan kata-kata kasar atau pukulan secara fisik. Disiplin tetap dapat dilakukan tanpa kekerasan fisik. Caranya, pendidik harus memberikan teladan terlebih dahulu. Setelah melihat apa yang dilakukan oleh pendidik, anak akan meniru. Tujuan dari disiplin harus disadari sejak awal sehingga cara untuk mengaplikasikannya pun tidak keliru.

Dampak Buruk Kekerasan pada Anak

Anak yang merupakan korban kekerasan dapat mengalami masalah perkembangan pada jangka panjang. Biasanya, sisi psikologisnya yang akan terkena dampak buruk. Anak mungkin akan merasa murung, tidak berani menyampaikan pendapatnya, atau bahkan terluka secara fisik.

Untuk mengatasi dampak buruk kekerasan di sekolah pada tumbuh kembang anak, orang tua perlu memperhatikan gerak-gerik maupun perilaku anak baik di rumah maupun di sekolah. Orang tua juga perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Jangan abaikan jika anak bercerita tentang masalah yang dihadapinya di sekolah, sesepele apa pun hal itu. Selanjutnya, jika ada yang tidak beres, Anda bisa segera bertindak untuk mengatasinya.