29 Desember 2018, 08:57:24 WIB
Tips Menyampaikan Kritik kepada Guru Terkait Rapor Anak

Orang tua tentu mengharapkan anak mendapatkan nilai yang baik di sekolah. Hasil itu dapat dilihat dari rapor yang dibagikan tiap semester. Penyerahan rapor K-13 semester 1, misalnya, merupakan momen penting untuk mengetahui hasil belajar anak setelah belajar selama satu semester penuh.

Kadang kala, orang tua merasa tidak puas dengan nilai yang tertera di dalam rapor tersebut. Pasalnya, dalam kenyataan sehari-hari, anak menunjukkan hal yang sebaliknya. Nilai anak pada saat Ujian Tengah Semester (UTS) atau Ujian Akhir Semester (UAS) pun tidak terlalu mengecewakan. Dalam kondisi ini, bagaimana cara terbaik bagi orang tua untuk menerima dan menyampaikan kritik kepada guru terkait rapor anak? Simak tipsnya berikut ini.

1. Kumpulkan Data

Melihat nilai jelek di rapor anak bisa jadi merupakan kekecewaan tersendiri bagi orang tua. Biasanya, orang tua akan langsung menelusuri penyebabnya. Sebagian di antaranya akan merasa hasil yang tertera di rapor tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini terutama dirasakan oleh orang tua yang rajin memantau nilai-nilai tes dan ujian anak.

Jika ingin menyampaikan kritik kepada guru terkait nilai anak di rapor, sebaiknya persiapkanlah data-data yang terkait. Dengan demikian, Anda memiliki pegangan dan tidak mengkritik berdasarkan anggapan atau emosi.

2. Sampaikan dengan Sopan

Jika ingin menyampaikan kritik, tidak perlu mendatangi guru sambil menyemburkan kata-kata yang menyakitkan. Selain tidak perlu, kemarahan Anda belum tentu bisa dibuktikan. Bukan hanya itu, dampaknya pun negatif, termasuk kepada hubungan anak dan guru.

Oleh karena itu, hubungilah pihak sekolah atau guru yang bersangkutan dalam kondisi tenang. Sampaikan niat Anda dengan sopan. Tanyakan apa saja yang faktor yang membuat nilai anak jelek. Jika ingin menyanggah, lampirkan bukti-bukti terkait. Dengan komunikasi yang baik, hal yang diinginkan bisa tercapai dan relasi tetap terjaga.

3. Tidak Perlu Menyalahkan

Setelah Anda menyampaikan bukti-bukti tertentu dan guru mengakui ada kekeliruan terhadap nilai anak, tidak perlu menyalahkan. Risiko kekeliruan bisa saja terjadi, apalagi jika jumlah anak didik banyak dan tugas guru menumpuk.

Bersikaplah bijak dan sampaikan terima kasih karena pendidik bersedia untuk mengecek ulang hasil belajar anak. Bagaimanapun, hasil belajar ini sangat berdampak pada mental anak. Dengan mendapatkan nilai yang tepat dengan kemampuan, anak dapat memperbaiki kekurangan dan mengasah kelebihannya.

4. Sampaikan secara Personal, Bukan Melalui Sindiran

Jika Anda sebagai orang tua mendapati nilai rapor anak tidak sesuai dengan kenyataan, sebaiknya segera sampaikan langsung kepada guru yang bersangkutan. Jangan menyindir, baik di media sosial maupun grup chat kelas. Sindiran halus maupun kasar pada umumnya tidak akan menyelesaikan masalah.

Apabila ada hal yang tidak sreg pada hasil belajar anak, lakukan perbincangan secara personal, tepatnya untuk mencari tahu. Tanyakan hal-hal apa saja yang kurang dari anak sehingga nilainya tidak memuaskan.

Dalam hal ini, orang tua perlu belajar terbuka dan rendah hati menerima saran dan masukan dari pendidik mengenai kelemahan anak. Dengan demikian, ada langkah efektif untuk membantu anak mendapatkan kembali nilai yang baik.

Baca juga: Nilai Anak Jelek, Perlu Motivasi atau Sanksi?