11 Januari 2019, 08:16:29 WIB
Cara Membangun Komunikasi yang Positif dengan Guru Kelas

Proses pembelajaran anak bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah. Orang tua dan guru harus membangun sinergi yang efektif supaya dapat bersama-sama mendidik anak secara optimal. Menciptakan sinergi tersebut, perlu ada komunikasi yang positif antara orang tua dan guru.

Pentingnya Komunikasi

Dalam proses pembelajaran di sekolah, peran guru kelas tidak bisa diabaikan. Selain mengajar materi pelajaran, guru kelas juga bertindak sebagai wakil orang tua siswa yang ada di kelas tersebut. Oleh karena itu, guru kelas bertanggung jawab untuk melakukan tugas-tugas yang bersifat administratif. Guru kelas bekerja sama dengan guru BP untuk menyelesaikan masalah-masalah siswa di sekolah.

Pentingnya komunikasi dengan guru kelas akan semakin terasa ketika anak memiliki masalah dalam belajar. Jika masalah tersebut tidak segera diatasi, perkembangan proses belajar anak dapat terpengaruh. Lalu, bagaimana supaya orang tua bisa mengetahui apa saja masalah tersebut? Jawabannya adalah komunikasi yang efektif dan positif.

Dengan komunikasi yang baik, orang tua dapat memantau anak sepanjang hari, termasuk ketika berada di sekolah. Selain itu, orang tua dan guru juga dapat mendiskusikan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi anak.

Cara Membangun Komunikasi

Lalu, bagaimana cara membangun komunikasi dengan guru kelas? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan oleh orang tua.

1. Hindari Prasangka Negatif

Apakah Anda pernah mendapatkan undangan dari pihak sekolah untuk mendiskusikan perilaku anak? Jangan berprasangka negatif terlebih dahulu. Hal tersebut tentu bertujuan demi kebaikan anak. Tidak perlu merasa malu atau justru kecewa kepada pihak sekolah. Dalam hal ini, prioritas utama adalah menyelesaikan masalah yang dihadapi anak.

Prasangka negatif akan membuat komunikasi dengan guru kelas tidak lancar. Akibatnya, masalah utama yang dialami anak tidak terselesaikan dengan tuntas.

2. Rutin Berkomunikasi

Apakah Anda hanya menghubungi guru kelas pada kondisi darurat? Tidak heran jika hubungan yang terbangun kurang dekat. Padahal, guru kelas mengawasi perkembangan anak selama berada di sekolah selama setahun. Ada banyak kesempatan untuk mengenal dan membangun relasi yang positif.

Komunikasi yang rutin secara tidak langsung akan menciptakan suasana yang lebih kondusif di antara orang tua dan guru kelas. Jadi, jika anak menghadapi masalah apa pun, dapat diselesaikan lebih dini dan hingga ke akar.

3. Berkomunikasi dengan Tulus

Jangan memiliki motivasi lain untuk mengenal guru kelas secara dekat. Bukan berarti, anak akan lebih mudah mendapatkan nilai tinggi jika orang tua akrab dengan guru kelas. Atau, anak lebih diutamakan dibandingkan teman-teman sekelasnya.

Berkomunikasilah dengan tulus dan tanpa pamrih. Tujuannya adalah untuk membangun kerja sama yang positif sehingga anak mendapatkan dukungan yang optimal.