18 Januari 2019, 08:52:55 WIB
Bagaimana Cara Membangun Kecerdasan Emosi Anak?

Tahukah Anda bahwa kecerdasan emosi dapat dibangun sejak dini? Kecerdasan emosi adalah kemampuan seseorang untuk mengenali perasaannya dan orang lain. Orang yang memiliki kemampuan ini akan lebih mudah bergaul dengan orang lain serta merasa lebih bahagia.

Sebaliknya, kurangnya kecerdasan emosi akan membuat seseorang kesulitan mengelola emosinya. Bukan tidak mungkin, ia dapat merugikan orang lain karena hal itu.

Anak-anak yang memiliki kecerdasan emosi yang tinggi juga cenderung lebih ramah, dapat bekerja sama, dan lebih optimis dalam kegiatan sehari-hari. Perilakunya pun cenderung lebih baik dan prestasinya lebih tinggi.

Itulah sebabnya, orang tua perlu mengenali pentingnya kecerdasan emosi anak dan turut berperan untuk membangunnya. Cara membangun kecerdasan emosi anak yang bisa dilakukan orang tua, yakni sebagai berikut.

1. Pahami Emosi Anak

Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan sehari-hari, orang tua kerap mengabaikan emosi anak. Bahkan, kadang-kadang melarang anak mengeluarkan emosinya. Ketika anak sedang sedih, orang tua biasanya memarahi anak ketika menangis. Padahal, menangis adalah suatu bentuk pelepasan emosi ketika menghadapi situasi tertentu.

2. Kenalkan Anak dengan Emosi yang Dirasakannya

Karena tidak diizinkan melakukan sesuatu yang disukainya, anak akan membanting mainannya. Saat itu, ia pasti sedang merasa marah. Perkenalkan anak dengan emosinya tersebut, berilah nama yang tepat. Pada kesempatan lain, orang tua bisa menjelaskan dampak-dampak emosi negatif yang tidak dikendalikan dengan baik.

3. Beritahu Penyebab dan Solusi Emosinya

Kesempatan ini tentu sangat dinantikan oleh anak. Oleh karena itu, ketika anak menunjukkan sebuah emosi, bertanyalah penyebabnya dan solusi yang bisa dilakukan bersama untuk meredakan emosi tersebut. Pada kesempatan ini, orang tua juga dapat memberikan nasihat dan  masukan mengenai bagaimana anak mengelola emosi tersebut supaya tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

4. Ajari Anak untuk Menenangkan Diri

Ketika anak dilanda emosi negatif yang sulit untuk dikontrol, misalnya sangat marah, ia harus tahu bagaimana cara mengendalikan diri. Anak harus memahami bahwa emosi seperti itu dapat menimbulkan risiko yang tidak baik.

Mengajarkan hal-hal ini kepada anak akan melatih kemampuannya mengelola emosi diri sendiri. Dampak jangka panjangnya, anak akan menjadi pribadi yang lebih fleksibel, dapat menempatkan diri di tengah lingkungannya, serta merasa lebih bahagia.

Baca juga: Mengembangkan Kecerdasan Emosi Anak Sejak Dini.