18 Februari 2019, 09:56:12 WIB
Begini Cara Mendidik Anak Meminta Maaf

Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Masalahnya adalah langkah yang diambil setelah itu. Ada yang tidak acuh, tetapi ada pula yang menyalahkan diri sendiri.

Langkah penting yang harus dilakukan setelah melakukan kesalahan adalah meminta maaf kepada orang-orang yang terdampak. Konsep ini juga perlu diajarkan kepada anak sejak dini. Tujuannya, supaya anak tumbuh menjadi pribadi yang berani meminta maaf ketika dewasa.

Pentingnya Kata Maaf

Apakah sebuah kesalahan akan dimaklumi setelah ditutupi dengan permintaan maaf? Tentu tidak. Untuk setiap kesalahan, tetap ada konsekuensi yang harus diterima. Bentuknya berbeda-beda dan tidak bisa dihindari.

Akan tetapi, pentingnya menggunakan kata maaf adalah sebagai tanda penyesalan terhadap hal yang telah dilakukan dan berdampak buruk kepada orang lain. Selain itu, dengan mengucapkan kata “maaf”, kita ingin mencoba memperbaiki hubungan yang rusak karena sebuah kesalahan. Ketika mendengar kata “maaf”, seseorang yang dirugikan akibat kesalahan kita bisa sedikit terhibur.

Orang tua perlu mengajarkan anak meminta maaf dengan sopan. Hal ini tentu tidak mudah. Diperlukan upaya dan latihan yang telaten supaya anak mampu melakukannya.

Tips Mengajarkan Anak Meminta Maaf

Bagaimana supaya anak berani mengucapkan kata maaf jika melakukan kesalahan? Ada beberapa tips yang bisa diterapkan oleh orang tua, yakni sebagai berikut.

     1. Kebiasaan Keluarga

Apakah orang tua mau meminta maaf ketika melakukan sebuah kesalahan? Tidak jarang, orang tua enggan mengucapkan permintaan maaf karena merasa lebih berkuasa daripada anak.

Akibatnya, anak menganggap bahwa meminta maaf bukan sebuah keharusan. Tak heran jika ia enggan mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan.

     2. Menerima Permintaan Maaf

Ketika anak meminta maaf, apa yang harus dilakukan oleh orang tua? Seharusnya orang tua pun menerima permintaan maaf anak. Hal ini bukan berarti menghilangkan konsekuensi atau risiko yang timbul dari kesalahan yang dilakukan anak. Namun, orang tua dapat mempertimbangkan permintaan maaf tersebut dan memberikan penghargaan kepada anak.

     3. Mengetahui Kapan Harus Meminta Maaf

Anak mungkin tidak tahu kapan sebaiknya harus meminta maaf. Anak cenderuung belum memikirkan terlalu jauh apakah tindakannya dapat merugikan. Orang tua harus terus memberikan pemahaman kepada anak. Pertimbangkan pula nilai-nilai budaya yang berlaku di tengah masyarakat.

Sebagai contoh, ketika seseorang buang gas atau bersendawa, ia perlu meminta maaf karena membuat orang lain tidak nyaman. Ini merupakan salah satu bentuk kesopanan yang berlaku di tengah masyarakat.

Inti dari semuanya adalah teladan yang baik dari orang tua. Jika anak melihat orang tua berani meminta maaf, bahkan kepada orang-orang yang terlihat lemah, anak akan lebih mudah untuk menirunya.

Baca juga: Ajari Anak Meminta Tolong dengan Sopan.