26 Februari 2019, 09:07:14 WIB
Kenali Penyebab Bencana Tsunami dan Mitigasinya

Pada akhir 2018 lalu, telah terjadi bencana tsunami di Selat Sunda. Sejumlah korban jiwa berjatuhan dan ratusan bangunan rumah yang terletak di sekitar pesisir pantai luluh lantak karena diterjang gelombang tinggi. Bencana tsunami memang menakutkan, apalagi karena belum sepenuhnya bisa diprediksi.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali tanda-tanda awal terjadinya tsunami serta mempersiapkan diri apabila bencana terjadi. Selain itu, mitigasi bencana tsunami juga harus dikembangkan demi meminimalkan jumlah korban.

Penyebab Tsunami

Pada umumnya, gelombang tsunami diawali oleh aktivitas gempa tektonik yang membuat air laut bergejolak dan menuju ke daratan. Namun, penyebab tsunami juga bisa terjadi karena aktivitas vulkanik, seperti yang terjadi pada Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Tsunami karena gempa tektonik dapat dideteksi berdasarkan aktivitas kegempaan yang terjadi. Biasanya, akan ada peringatan dini akan bahaya tsunami sehingga proses penyelamatan masih bisa dilakukan. Namun, tsunami yang disebabkan oleh longsoran di bawah laut saat ini belum bisa diketahui.

Mitigasi Bencana

Berbagai upaya mitigasi bencana tsunami terus dilakukan oleh instansi terkait. Salah satunya adalah sistem alarm yang akan berbunyi apabila ada potensi tsunami. Warga pesisir yang mendengar alarm pun bisa segera menyelamatkan diri. Meskipun belum sepenuhnya efektif, sistem ini terus dikembangkan.

Selain itu, menyediakan jalur evakuasi juga sangat penting. Jalur ini akan menjadi salah satu panduan ketika bencana terjadi. Penyediaan jalur evakuasi pun perlu didukung oleh pembangunan shelter yang lebih kuat, fleksibel, serta tahan gempa dan tsunami.

Selain itu, diperlukan pula sosialisasi dan pelatihan-pelatihan untuk menghadapi situasi darurat seperti tsunami. Hal ini khususnya ditujukan bagi para warga yang tinggal atau bekerja di daerah pesisir pantai.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Lalu, apa saja upaya mitigasi bencana tsunami di rumah? Sebelum terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, mengenali tsunami dan bahayanya. Kedua, memastikan struktur dan letak rumah cukup aman dari tsunami yang datang secara tiba-tiba. Ketiga, selalu awas pada peringatan dini bencana. Apabila terjadi gempa, jauhi pesisir pantai. Keempat, persiapkan alat komunikasi.

Pada saat tsunami terjadi, hal yang harus dilakukan adalah keluar dari ruangan atau bangunan rumah dan berlari menjauhi pantai atau daerah dataran rendah. Carilah tempat yang aman berupa shelter atau tempat yang lebih tinggi.

Setelah tsunami terjadi, hal yang harus dilakukan adalah mengecek jika ada anggota keluarga yang hilang atau terluka. Jika ada, segeralah minta pertolongan. Pastikan Anda tidak berada di sekitar daerah tsunami karena bahaya susulan bisa saja terjadi.

Bencana memang tidak bisa dihindari. Hal yang bisa dilakukan adalah membekali diri dengan persiapan yang tepat.

Baca juga: Penyebab dan Mitigasi Bencana Banjir di Rumah.