28 Maret 2019, 08:35:05 WIB
Kenali Gejala dan Cara Penanganan Konjungtivitis pada Anak

Anak-anak mudah tertular penyakit di sekolah, mulai dari pilek hingga konjungtivitis, apalagi jika sistem kekebalan tubuhnya tidak bagus. Konjungtivitis juga dikenal sebagai penyakit “mata belekan”. Gejala umum yang biasanya terlihat adalah mata tampak merah. Hal ini disebabkan oleh peradangan yang terjadi pada konjungtiva, yaitu selaput bening pada bagian depan mata.

Penularan Konjungtivitis

Penularan penyakit konjungtivitis pada anak dapat terjadi dari tangan ke mata, benda yang telah terkontaminasi virus atau bakteri, dan melalui saluran pernapasan.

Konjungtivitis yang paling mudah menular adalah yang disebabkan oleh infeksi virus Adenovirus. Selain menyebabkan mata belekan, virus ini juga menjadi penyebab gangguan kesehatan lain, seperti flu, diare, pneumonia, sakit tenggorokan, bronkitis, dan sebagainya.

Selain itu, ada pula konjungtivitis yang terjadi karena alergi atau reaksi alergi serta iritasi. Penyebab iritasi misalnya air berklorin. Sakit mata yang satu ini tidak menular.

Gejala Konjungtivitis

Selain kondisi mata yang terlihat merah, gejala konjungtivitis yang paling umum adalah terasa gatal dan perih. Mata juga akan tampak berair. Gejala lainnya adalah keluarnya cairan yang berwarna putih, kuning, atau hijau, lalu menjadi kerak di sudut mata. Inilah yang menyebabkan penglihatan sedikit terganggu bahkan sensitif terhadap cahaya.

Mengenal gejala konjungtivitis sangat penting, khususnya jika terjadi pada anak-anak. Dengan demikian, dapat dilakukan perawatan yang tepat pada mata. Penyakit ini memang pada umumnya tidak terlalu serius, tetapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Dampak yang paling buruk adalah munculnya jaringan parut pada mata atau meningitis apabila infeksi telanjur menyebar.

Cara Penanganan Konjungtivitis

Lalu, apa pertolongan pertama konjungtivitis? Sebagian besar konjungtivis sebenarnya tidak perlu perawatan khusus. Gejala ini pada umumnya akan segera hilang paling lama dalam dua minggu. Namun, jika penyakit ini disebabkan oleh bakteri, diperlukan obat tetes mata antibiotik untuk mengatasi infeksi.

Perawatan lain yang perlu dilakukan pada anak adalah membersihkan bagian kelopak dan bulu mata dengan air bersih dan kapas secara rutin. Hal ini dilakukan supaya kerak tidak mengganggu penglihatan.

Apabila konjungtivitis disebabkan oleh alergi, menghindari pemicunya adalah langkah selanjutnya. Untuk mengobati konjungtivitis yang disebabkan oleh alergi, diperlukan antihistamin. Supaya kondisi mata tidak semakin parah, sangat penting untuk menjaga kebersihan, khususnya tangan.

Pencegahan Konjungtivitis

Selain selalu menjaga kebersihan, menghindari penggunaan barang milik orang lain yang menderita konjungtivitis juga wajib dilakukan. Khusus untuk anak, langkah pencegahan memang agak sulit dilakukan karena anak banyak bergaul dengan sesamanya ketika bermain atau bersekolah.

Akan tetapi, jika anak mengalami masalah seperti ini, jangan tunda untuk segera memberikan penanganan yang tepat. Hal ini juga dilakukan supaya konjungtivitis tidak menular kepada orang lain.

Baca juga: Demam Berdarah pada Anak, Ini yang Harus Dilakukan.