02 April 2019, 08:34:43 WIB
Etika Mengunggah Foto Anak di Media Sosial, Orang Tua Wajib Tahu!

Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyakarat modern. Saat ini, hampir setiap orang memiliki akun di berbagai media sosial tersebut. Di media sosial itulah, para pemilik akun mengunggah berbagai aktivitas yang dilakukannya sepanjang hari.

Bukan hanya anak-anak muda, orang dewasa pun aktif berselancar di media sosial serta membagikan berbagai hal. Orang tua muda yang baru memiliki anak, misalnya, getol membagikan foto-foto si anak yang menggemaskan melalui akun media sosialnya sendiri.

Bahaya Mengunggah Foto Anak

Tren mengunggah foto anak ke media sosial memang bukan lagi hal yang baru. Orang tua kerap melakukannya dengan berbagai alasan, misalnya untuk merekam momen tumbuh kembang anak. Tak heran, Facebook atau Instagram dijadikan sebagai album foto keseharian anak dan keluarga.

Akan tetapi, ada bahaya mengunggah foto anak di media sosial secara sembarangan. Bukan satu dua kali terjadi kasus kekerasan atau penculikan terhadap anak karena pelakunya mendapatkan informasi penting dari media sosial. Dengan mudah, pelaku kejahatan memantau keberadaan anak maupun orang tuanya, lalu menyusun strategi untuk melakukan tindak kejahatan.

Risiko lainnya adalah terusiknya privasi anak. Perlu disadari, anak juga memiliki hak atas dirinya sendiri. Namun, karena belum bisa mengungkapkan keinginannya dengan jelas, orang tua biasanya mengambil alih keputusan tersebut. Hal ini bisa berdampak pada anak-anak berkarakter introver atau tertutup.

Bijak Mengunggah Foto Anak

Memahami risiko-risiko yang mungkin terjadi akibat aktivitas mengunggah foto anak di media sosial, orang tua sepatutnya bersikap lebih bijak. Ada beberapa etika penting yang harus dipahami sebelum memutuskan untuk membuat postingan terkait anak.

Pertama, hindari mengunggah foto yang menunjukkan informasi detail tentang anak, misalnya anak yang mengenakan seragam sekolah, kartu identitas anak, dan sebagainya. Apabila informasi ini disebarkan begitu saja melalui internet, oknum yang tidak bertanggung jawab bisa memanfaatkannya untuk melakukan niat buruk.

Kedua, jika anak sudah memahami hal ini, minta izinlah terlebih dahulu sebelum mengunggah foto anak. Meskipun sepele, langkah ini sangat penting. Ini berarti orang tua menghargai keberadaan anak sebagai seorang pribadi.

Ketiga, usahakan untuk tidak terlalu sering mengunggah foto anak, apalagi rutin menunjukkan aktivitas hariannya, misalnya sepulang sekolah, tempat bermain pada sore hari, dan sebagainya. Informasi ini memberikan peluang yang terbuka lebar bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.

Keempat, akan lebih baik jika Anda memiliki grup tertutup khusus untuk anggota keluarga. Dalam grup ini, foto-foto anak dan keluarga dapat diunggah. Foto pun hanya bisa dilihat oleh anggota grup. Cara ini akan meminimalkan risiko bahaya yang mungkin mengintip anak.

Setelah memahami bahayanya, Anda tentu akan lebih bijak dalam mengunggah foto anak di media sosial. Ingatlah, mencegah kejahatan lebih baik daripada menyesalinya.