04 Mei 2017, 13:28:16 WIB
Tips Cerdas untuk Mencetak Generasi Juara

Setiap orang tua mendambakan anaknya tumbuh sebagai generasi juara di masa depan. Generasi juara adalah generasi yang mendominasi dengan kecerdasan dan kesuksesan ketika ia nantinya berada di usia produktif. Generasi juara tidak hanya dilihat dari menonjolnya kemampuan dalam bidang akademik, tetapi juga juga dapat dilihat dari kreativitas serta cara anak mengekspresikan dirinya. Kecerdasan yang menonjol pada anak membuatnya kreatif dalam satu atau beberapa bidang serta mudah berekspresi menggunakan kecerdasannya tersebut. Sebagai contoh, ada anak yang kreatif menggambar secara imajinatif mengenai perasaannya yang dapat menjadi indikasi bahwa anak tersebut memiliki kecerdasan spasial.

Semua anak bisa menjadi generasi juara jika kita mengoptimalkan potensi kecerdasanya. Agar anak berprestasi bisa tumbuh menjadi generasi juara, ada beberapa tips yang sebaiknya diterapkan oleh semua orang tua cerdas. Berikut kiat-kiat untuk mencetak generasi juara.

1.   Perhatikan Potensi Buah Hati
Setiap anak dilahirkan dengan anugerah kecerdasannya masing-masing. Kita sebagai orang tua perlu memperhatikan anak untuk mengenali kecerdasannya. Seperti yang telah diungkapkan di atas, kecerdasan anak bisa dilihat melalui kreativitasnya. Lalu, analisis kecerdasan yang menonjol sesuai dengan teori multiple intelligent atau kecerdasan majemuk. Terdapat berbagai jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan di dalam diri anak dengan memupuk dan mengasah kelebihannya.

2.   Berikan Anak Motivasi
Anak dalam masa pertumbuhan dan pembetukan karakter sangat memerlukan motivasi dari orang tuanya. Anak juga perlu diberi kasih sayang sehingga mereka merasakan kehadiran kita dalam hidupnya. Kita kembangkan komunikasi sesering mungkin, misalnya di waktu bermain, makan, atau belajar. Saat berkomunikasi dengan anak, jangan lupa berikan motivasi yang bisa membangkitkan semangat belajarnya. Dengan demikian, diharapkan anak akan memiliki gairah sendiri untuk mengembangkan kecerdasannya.

3.    Terapkan disiplin pada anak
“Disiplin adalah kunci kesuksesan.” Ungkapan tersebut sering kita dengar dari kisah-kisah orang sukses. Cara menyayangi anak dengan memanjakan dan mengabaikan kedisiplinan sebenarnya kurang tepat. Menerapkan kedisiplinan pada anak justru penting agar di masa depan, anak dapat bertanggung jawab dengan keputusannya. Kita bisa mulai menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan belajar atau kegiatan mandiri lainnya. Penerapan kedisiplinan bisa dengen membuat komitmen dan memberi keleluasaan mereka untuk menentukan waktunya sendiri. Dalam pelaksanaannya, orang tua berperan sebagai kontrol atas komitmen kedisiplinan mereka.

4.   Mengikuti Kegiatan di Luar Sekolah

Pendidikan di bangku sekolah sering kali dirasa masih kurang untuk mengembangkan kecerdasan anak. Sebelum memutuskan untuk mengikutkan anak di lembaga luar sekolah, perlu adanya komunikasi secara demokratis dengan anak. Setelah mengkomunikasikan minat, bakat, dan jam belajar tambahan dengan anak, pertimbangkan kembali kepentingan dan jenis les, kursus, atau ekstrakurikuler lain yang akan diikuti anak. Jika memang perlu dan anak menyukainya, hal tersebut dapat menjadi nilai tambah dalam pencapaian generasi juara.

5.   Jalin Komunikasi dengan Guru
Perhatian orang tua terhadap anak tidak hanya sebatas memperhatikan anak di rumah saja. Orang tua bisa memperhatikan anak di sekolah melalui guru. Menjalin komunikasi yang baik dengan guru dapat kita gunakan untuk memantau kegiatan belajar anak di sekolah. Cobalah berdiskusi tentang kebutuhan anak untuk mengembangkan kecerdasannya dengan cara belajar yang lebih beragam. Dengan terbukanya komunikasi, orang tua bisa mendapatkan banyak masukan yang membangun untuk mengembangkan potensi anak.

6.   Sediakan Sarana Penunjang
Mengembangkan kecerdasan anak dapat semakin optimal jika dilengkapi dengan sarana penunjang. Anak membutuhkan berbagai macam sarana penunjang yang sesuai dengan kecerdasan, minat, serta gaya belajarnya. Tak melulu buku yang kini dapat digunakan sebagai sarana penunjang. Teknologi yang semakin maju pun dapat dimafaatkan sebagai sumber dan media belajar anak. Pembelajaran berbasis teknologi seperti e-learning sebagai sarana pendidikan dapat menjadi pilihan terbaik untuk mengembangkan kecerdasan anak. Pembelajaran yang memasukkan konten multimedia ini dapat menghadirkan materi pelajaran dalam bentuk teks, gambar, suara, video, atau game seperti yang ada di Rumah Juara.