11 Mei 2019, 08:30:53 WIB
Susu untuk Anak: Susu Murni atau Susu Formula?

Susu merupakan salah satu nutrisi yang diperlukan untuk perkembangan anak. Susu memiliki kandungan yang sangat bermanfaat, antara lain kalsium, fosfor, dan vitamin A. Bayi berusia 0-6 bulan diwajibkan untuk hanya mengonsumsi susu ASI (Air Susu Ibu). Selain karena penting bagi pertumbuhan bayi, susu merupakan makanan yang sangat mudah dicerna oleh usus.

Setelah berusia 6 bulan, bayi mulai dapat diberikan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu). Jenis MPASI sebagian besar sama dengan makanan orang dewasa, hanya saja tekstur dan jumlahnya berbeda, tergantung pada usia bayi. Sebagai makanan pendamping, MPASI pun harus mengandung gizi dan nutrisi untuk anak demi mendukung pertumbuhan terbaiknya.

Susu Murni

Selain MPASI, ASI masih tetap dapat diberikan hingga anak berusia 2 tahun. Setelah masa 2 tahun tersebut, untuk memenuhi nutrisi anak, orang tua biasanya menambahkan susu dalam menu sehari-hari. Selain susu formula, ada pula pilihan lain yaitu susu murni atau susu segar. Meskipun susu formula dan susu murni berasal dari sapi, proses pengolahannya berbeda.

Susu murni dapat diolah dengan metode pasteurisasi dan UHT. Pengolahan ini sangat perlu untuk mematikan kuman yang mungkin terkandung di dalam susu. Susu pasteurisasi diberi perlakuan panas sekitar 63-72 derajat Celcius selama 15 detik untuk membunuh bakteri patogen. Sementara itu, susu UHT menggunakan pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi sehingga membunuh semua mikroorganisme di dalamnya.

Dari segi penyajian, susu UHT lebih praktis dan tahan lama. Jika susu pasteurisasi hanya bertahan hingga 14 hari, susu UHT dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Meskipun demikian, pola penyimpanan yang baik juga berpengaruh pada kualitas susu. Pemanasan yang singkat pada susu UHT bertujuan supaya kandungan di dalam susu tidak rusak.

Selain kandungan yang utuh, keuntungan memilih susu UHT adalah penyajian yang praktis. Anda dapat membawanya saat bepergian tanpa perlu melakukan proses penyeduhan seperti susu formula. Namun, perlu diperhatikan bahwa susu murni, baik dalam bentuk UHT maupun pasteurisasi, hanya dapat diberikan kepada anak yang berusia di atas 1 tahun. Jumlahnya pun dibatasi, yaitu 2-3 gelas sehari.

Susu Formula

Selain itu, susu formula merupakan jenis susu yang lazim diberikan pada anak setelah melewati masa ASI eksklusif (6 bulan pertama). Susu formula berbentuk bubuk dan telah melewati sejumlah proses, mulai dari pemerahan, pasteurisasi, pengeringan, pemanasan, penguapan, hingga pengemasan.

Dengan melalui berbagai proses ini, susu formula dapat tahan lebih lama dibandingkan susu murni. Susu formula juga dapat dikonsumsi bayi setelah usia 6 bulan hingga anak-anak bahkan remaja sesuai porsi yang dianjurkan.

Di antara susu murni dan susu formula, orang tua perlu bijak memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan anak dan baik untuk perkembangannya. Ada baiknya juga mengonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter supaya dapat memiliki pertimbangan terbaik dalam memberi anak susu.

Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat untuk Anak.