12 Mei 2017, 13:57:16 WIB
Kenali Ciri-Ciri Anak Anda Menjadi Korban Bullying Di Sekolah

Maraknya kasus bullying pada anak tentunya membuat was-was semua orang tua. Jenis bullying dan rentang waktu perilaku bullying akan berdampak pada kondisi fisik dan psikis seorang anak. Hal ini mungkin tidak disadari di awal, namun terasa sekali ketika semua tekanan tersebut sudah terakumulasi. Akibatnya perkembangan anak tidak akan seperti yang orang tua harapkan. Orang tua diharapkan lebih peka dengan kondisi anak dari hari ke hari. Sangat penting bagi para orang tua untuk mengidentifikasi perlakuan bullying pada korban agar bisa menentukan penanganan yang tepat. Oleh karenanya, mari kita kenali ciri-ciri anak korban bullying.

1.    Anak Tidak Semangat ke Sekolah

Jika aktifitas berangkat ke sekolah menjadi hal yang tidak disukai oleh anak, atau anda mengamati bahwa ada perubahan sikap seperti anak tiba-tiba rewel, pura-pura sakit dan cenderung ketakutan ketika diantar ke sekolah, hal tersebut bisa menjadi indikasi awal seorang anak mengalami masalah yang serius. Kita perlu mencari tahu penyebabnya dengan menanyakan kepada anak langsung atau guru di sekolah.

2.    Tidak Ikut Berbaur dengan Teman Sekolah

Anak korban bullying akan memiliki masalah interaksi sosial dengan teman sebayanya di sekolah. Anak akan cenderung diam dan tidak terlibat dalam kegiatan bersama teman-temannya. Sesekali luangkan waktu untuk menanyakan kondisi anak selama di sekolah, bisa jadi para guru pun tidak menyadari bahwa anak anda tengah menjadi korban bullying.

3.    Mengeluarkan Ekspresi Negatif Sepulang Sekolah

Jika anda selalu menyempatkannya menjemput sepulang sekolah, amati perilaku sang anak. Apabila sepulang sekolah anak terlihat murung, cemberut, dan selalu menutup diri, bisa jadi anak sedang menyimpan masalah dan takut untuk mengutarakan. Untuk kasus yang lebih parah, anak bisa sampai menangis atau malah mengamuk/tantrum. Hal tersebut dapat mengindikasikan anak mengalami perilaku tidak menyenangkan di sekolah. 

4.    Menurunnya Prestasi Belajar

Karena sekolah menjadi tempat yang ditakuti oleh anak korban bullying, maka proses pembelajaran di sekolah akan terhambat. Anda bisa melihat semangat belajarnya di rumah sama sekali tidak berubah, namun ketika di sekolah semangatnya menurun. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya tekanan selama sang anak berada di sekolah. Hal tersebut tentu berdampak pada penurunan prestasi belajar di sekolah yang sangat drastis. 


Sikap orang tua yang peka dan cepat tanggap akan memperkecil dampak perilaku bullying pada korban. Dengan semakin cepat memutus rantai perilaku bullying, kita akan membantu anak menyelamatkan masa depannya. Memperbaiki psikologi anak korban bullying harus melibatkan beberapa pihak, yakni keluarga, sekolah, dan teman sebaya. Menciptakan suasana aman dan nyaman menjadi langkah awal mengembalikan kembali kepercayaan diri bagi anak korban bullying. Ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi anak korban bullying, antara lain:

  1. mengajak teman sebayanya untuk bercerita dan berbagi pengalaman dalam menghadapi perlakuan buruk teman-teman. Hal tersebut dapat menggali keberaniannya,

  2. cepat tanggap menghadapi masalah anak dengan datang ke sekolah untuk bertemu guru atau orang tua anak yang melakukan bullying. Hal tersebut memberikan rasa aman kepada anak, dan

  3. mengalihkan perhatian anak dengan mengajak menekuni hobi atau minatnya yang lain. Hal tersebut akan menumbuhkan rasa percaya dirinya kembali.